Dua Komoditas Unggulan Aceh Diekspor dari Pelabuhan Krueng Geukueh ke Jepang dan India

Dua Komoditas Unggulan Aceh Diekspor dari Pelabuhan Krueng Geukueh ke Jepang dan India
Kapal PVT DAWN bersandar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, membawa 12.000 metrik ton CPO menuju Chennai, India. - foto : dok. Ist

ACEH UTARA – Pelabuhan Umum Krueng Geukueh kembali memperkuat perannya sebagai pintu gerbang perdagangan internasional Aceh. Dalam waktu kurang dari satu pekan, pelabuhan tersebut melayani pengiriman dua komoditas unggulan Aceh ke pasar global, yakni 9.275 metrik ton Palm Kernel Shell (PKS) bersertifikat Green Gold Label (GGL) menuju Jepang dan 12.000 metrik ton Crude Palm Oil (CPO) menuju Chennai, India. Rabu, (23/07/26) 

Pengapalan CPO dilakukan menggunakan kapal PVT DAWN Voyage dengan muatan 12.000 metrik ton Crude Palm Oil Edible Grade in Bulk milik PT Agro Murni. Kapal tiba di perairan Lhokseumawe pada 20 Juli 2026 dan sandar di Dermaga Multipurpose Pelabuhan Umum Krueng Geukueh pada 22 Juli 2026.

Proses pemuatan dimulai pada pukul 12.30 WIB setelah seluruh tahapan pelayanan, termasuk pemeriksaan keselamatan, inspeksi tangki, verifikasi dokumen, dan persiapan operasional, dinyatakan memenuhi ketentuan.

Pengiriman tersebut menjadi ekspor CPO terbesar yang dilayani Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang 2026. Sebelumnya, pelabuhan ini telah melayani ekspor 11.490 metrik ton CPO pada Februari dan 9.178 metrik ton pada Juni. Dengan tambahan pengiriman terbaru, total ekspor CPO melalui Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang tahun ini mencapai 32.668 metrik ton.

Site Manager PT Aceh Makmur Bersama, Tarmizi, menyebut capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan pasar internasional terhadap komoditas sawit Aceh.

“Kepercayaan pasar internasional terhadap CPO asal Aceh merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, mulai dari petani, pelaku usaha, tenaga kerja, akademisi, hingga seluruh unsur yang menjaga kualitas produk dari hulu hingga hilir. Kami optimistis permintaan terhadap CPO Aceh akan terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Tarmizi.

Sementara itu, Branch Manager Pelindo Multi Terminal Branch Lhokseumawe, Aulia Rahman, mengatakan keberhasilan pengapalan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur kepelabuhanan dan pemangku kepentingan terkait.

“Pelindo akan terus menghadirkan pelayanan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta dunia usaha. Kami berharap Pelabuhan Krueng Geukueh semakin mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” katanya.

Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Azwar, menegaskan bahwa seluruh pelayanan kapal niaga domestik maupun internasional dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, serta kepastian hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pelayaran.

Dua aktivitas ekspor dalam satu pekan tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan sektor perdagangan dan ekonomi maritim Aceh. Dengan letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional, Pelabuhan Krueng Geukueh memiliki potensi besar untuk terus memperluas akses pasar global bagi komoditas unggulan Aceh, sekaligus memperkuat posisi Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sebagai simpul perdagangan maritim Indonesia.