Tiongkok Unjuk Gigi dalam Persaingan AI Global, Luncurkan Model Saingan ChatGPT
Tiongkok kembali menunjukkan taringnya dalam perlombaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Beberapa perusahaan teknologi raksasa di Negeri Tirai Bambu kini telah meluncurkan model bahasa generatif yang digadang-gadang mampu menyaingi ChatGPT buatan OpenAI.
Baidu, Alibaba, dan Tencent adalah tiga di antara perusahaan besar yang telah mengembangkan model AI generatif secara mandiri. Baidu, misalnya, melalui platform Ernie Bot, telah menjadi pionir chatbot AI di Tiongkok. Bot ini dilatih menggunakan basis data lokal yang masif dan dirancang dengan kemampuan bahasa Mandarin yang mendalam.
CEO Baidu, Robin Li, menyebut bahwa versi terbaru Ernie 5.0 kini sudah mampu memahami konteks percakapan secara kompleks, menghasilkan teks kreatif, menulis kode pemrograman, hingga merespons perintah dalam berbagai dialek Tiongkok. Ia juga menegaskan bahwa pengembangan AI tersebut didasarkan pada kebutuhan dan nilai-nilai lokal.
Sementara itu, Alibaba melalui unit Tongyi Qianwen dan Tencent lewat platform Hunyuan juga aktif mengembangkan LLM (large language model) buatan dalam negeri. Teknologi ini kini telah diintegrasikan ke dalam beragam sektor, termasuk aplikasi e-commerce, edukasi, layanan pelanggan, hingga sistem pemerintahan digital.
Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) turut mendorong pengembangan pesat teknologi ini. Sejak akhir 2024, pemerintah telah memberikan izin publikasi kepada lebih dari 40 model AI generatif, menandakan langkah serius dalam memajukan industri ini secara nasional.
Dengan populasi pengguna internet terbesar di dunia dan infrastruktur data yang luas, Tiongkok diperkirakan akan menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem AI global dalam waktu dekat. Perkembangan ini menegaskan komitmen negara tersebut untuk tidak bergantung pada teknologi luar dan memperkuat kemandirian digital nasional.

