Ramadan Menuju Idul Fitri 2026, PT PEMA Memperkuat Refleksi Korporasi dan Kepedulian Sosial
Banda Aceh – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah telah usai. Hari kemenangan Idul Fitri 2026 pun tiba, membawa semangat baru bagi korporasi dan masyarakat. Di momen transisi spiritual ini, PT Pembangunan Aceh (Perseroda) menjadikannya sebagai ruang refleksi mendalam. Bagi Manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMA) Aceh ini, Ramadan dan Idul Fitri menjadi waktu strategis untuk menata ulang niat serta menguatkan arah pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
Refleksi Kinerja di Tengah Bulan Berkah
Suasana kebersamaan tampak di lingkungan kantor PT PEMA sepanjang Ramadan. Kegiatan kerja terus berlangsung dengan konsisten, diselingi dengan kajian rutin setiap Kamis setelah salat zuhur dan kegiatan buka puasa bersama. Di sela kesibukan itu, Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, malah memperluas ruang diskusi internal. Ia menilai bulan suci bukan penghambat kinerja, tetapi waktu yang tepat untuk bekerja lebih fokus dan penuh tanggung jawab.
“Ramadan mengajarkan kita tentang disiplin, kejujuran, dan pengendalian diri. Nilai-nilai itu adalah fondasi penting dalam mengelola perusahaan,” ujarnya dalam salah satu pertemuan evaluasi kinerja triwulan I 2026.
Tidak hanya sekedar berfokus pada euforia target, Mawardi mengedepankan pendekatan muhasabah atau introspeksi. Ia meminta jajaran direksi dan para manajer divisi untuk memetakan ulang potensi pendapatan yang realistis dan berkelanjutan. Evaluasi menyeluruh itu mencakup lini bisnis strategis PT PEMA, mulai dari sektor energi, pengelolaan sumber daya alam, hingga kemitraan investasi daerah.
“Kita tidak hanya berbicara tentang seberapa besar pendapatan, tetapi seberapa sehat struktur usaha yang menopangnya. Ramadan mengingatkan kita bahwa keberkahan lahir dari proses yang bersih,” tegasnya.
Pendekatan ini dinilai penting mengingat PT PEMA memiliki tanggung jawab yang besar, yakni sebagai entitas bisnis sekaligus instrumen pembangunan ekonomi Aceh.
Penguatan Sinergi dan Mandat Sosial Perusahaan
Dalam forum internal, Mawardi juga menekankan penguatan komunikasi dengan pemerintah daerah, mitra strategis, dan pemangku kepentingan lainnya. Evaluasi potensi pendapatan 2026 difokuskan pada optimalisasi aset, efisiensi operasional, dan percepatan proyek-proyek yang telah memasuki tahap implementasi.
"Puasa melatih kita untuk menahan diri. Dalam bisnis pun, tidak semua peluang harus diambil. Kita harus selektif, cermat, dan memastikan setiap langkah memberikan dampak nyata," tuturnya.
Komitmen sosial yang dijalankan perusahaan juga memiliki landasan regulasi yang kuat. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, khususnya Pasal 74, mengamanatkan perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya alam untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sebagai BUMD, PT PEMA juga mengemban mandat untuk memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah serta menyelenggarakan kemanfaatan umum.
Bukti Nyata Kepedulian
Tidak hanya berhenti pada refleksi internal, PT PEMA juga aktif menghadirkan kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satu wujud nyata selama Ramadan 1447 H adalah kegiatan buka puasa bersama yang digelar untuk para pengungsi di Pidie Jaya.
Kehadiran jajaran Manajemen PT PEMA di tengah masyarakat yang sedang menghadapi pemulihan pasca bencana membuktikan bahwa kepedulian sosial perusahaan benar-benar nyata. Momen berbagi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
“Kami ingin kehadiran PT PEMA tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga dari kepedulian sosial. Berbagi dengan saudara-saudara kita yang sedang dalam masa pemulihan adalah bagian dari upaya kita memaknai kebersamaan,” ujar Mawardi Nur.
Menatap 2026 dengan Optimisme Terukur
Menjelang Idul Fitri, PT PEMA merampungkan peta jalan pendapatan 2026 yang lebih terstruktur. Proyeksi disusun dengan mempertimbangkan dinamika pasar, kapasitas internal, dan peluang kolaborasi strategis. Optimisme tetap dibingkai dalam perhitungan yang rasional.
Bagi Manajamen, Ramadan dan Idul Fitri menjadi pengingat bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Mengelola BUMD berarti mengelola harapan masyarakat.
“Jika Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran dan keikhlasan, maka itu pula yang harus menjadi ruh dalam mengelola perusahaan. Kita ingin PT PEMA tumbuh, tetapi juga memberi manfaat seluas-luasnya bagi daerah. Selamat Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya. [Adv]

