Jalan Utama Gampong Meunye Tujoh Rusak Parah, Anak Sekolah Terpaksa Melintasi Lumpur

Jalan Utama Gampong Meunye Tujoh Rusak Parah, Anak Sekolah Terpaksa Melintasi Lumpur
siswa melintasi jalan berlumpur di Gampong Meunye Tujoh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Senin (20/10/25). - Foto : Dok Taufik

Aceh Utara – Kondisi jalan di Gampong Meunye Tujoh, Kecamatan Pirak Timu, semakin memprihatinkan. Jalan berlumpur dan tergenang air setiap kali hujan ini menjadi satu-satunya akses utama warga, termasuk anak-anak sekolah, untuk beraktivitas setiap hari.

Kerusakan parah terlihat jelas saat Forum Mahasiswa Pirak Timu (FOMA PT) melaksanakan kegiatan sosial “Saweu Sikula” di SD Negeri 6 Pirak Timu yang berlokasi di Gampong Meunye Tujoh, Senin (20/10/25).
Para mahasiswa menyaksikan langsung perjuangan anak-anak sekolah dasar dan PAUD yang berjalan kaki melewati kubangan air dan lumpur demi bisa sampai ke sekolah.

Ketua FOMA PT, Muhammad Khadani, mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas kondisi tersebut.
“Kami melihat sendiri anak-anak harus berhati-hati meniti jalan becek untuk ke sekolah. Ini sangat memprihatinkan. Kami berharap pemerintah dapat segera memperbaiki akses jalan ini, karena inilah satu-satunya jalur yang digunakan masyarakat Meunye Tujoh setiap hari,” ujarnya.

Menurut Khadani, perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan sangat penting untuk mendukung pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat desa. Ia menegaskan bahwa akses yang layak akan meningkatkan semangat belajar anak-anak serta memperlancar kegiatan warga.

Sementara itu, Ketua Dusun Kuta Asan, Zaini, juga menyampaikan keluhan serupa. Ia menyebutkan bahwa jalan tersebut telah lama rusak parah, namun belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Kami sangat berharap agar pemerintah bisa meninjau langsung kondisi jalan ini. Kasihan anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari harus melewati jalan penuh lumpur. Banyak yang terpeleset, bahkan ada yang jatuh karena jalan sangat licin,” ungkapnya.

Zaini menambahkan, jalan Meunye 7 menjadi jalur vital bagi warga untuk menuju sekolah, pasar, tempat kerja, hingga mengangkut hasil kebun. Namun, rusaknya jalan membuat aktivitas warga terganggu, terutama saat musim hujan.

“Kami tidak meminta pembangunan besar-besaran, cukup perbaikan agar bisa dilalui dengan aman. Jalan yang baik akan mempermudah warga dan membuat anak-anak lebih semangat ke sekolah,” tambahnya penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah kecamatan maupun dinas terkait mengenai rencana perbaikan jalan tersebut. Warga dan mahasiswa berharap pemerintah daerah dapat segera meninjau lokasi dan mengambil langkah nyata agar akses utama masyarakat Meunye Tujoh tidak semakin parah. [ ]