Senyum Santri dan Es Krim dari Mobil Patroli
ACEH UTARA – Siang itu, Balai Pengajian Rumoh Iqra di Gampong Tanjong Drien, Kecamatan Paya Bakong Aceh Utara, dipenuhi tawa riang anak-anak.
Minggu (7/9/25) menjadi hari yang berbeda dari biasanya, bukan hanya lantunan ayat suci atau suara canda di sela mengaji, tapi ada sorak gembira yang pecah ketika sebuah mobil patroli polisi berhenti di depan balai pengajian.
Dari balik pintu mobil, keluar kotak-kotak berisi es krim yang langsung memikat mata sekitar 200 santri. Mereka berbaris rapi, sebagian tak sabar menunggu gilirannya, sebagian lagi menahan tawa kecil sambil menengok teman di sampingnya. Tak lama, tangan kecil itu menerima hadiah sederhana yang mampu menghadirkan kebahagiaan besar.
Di balik kegiatan itu ada sosok Ipda Irvan, Kapolsek Paya Bakong, yang siang itu tak hanya membawa es krim, melainkan juga menghadirkan pesan bahwa kepolisian adalah sahabat masyarakat, terutama bagi anak-anak.
“Melihat senyum anak-anak adalah kebahagiaan bagi kita semua. Dengan sedikit berbagi, kita bisa menghadirkan rasa hangat dan keceriaan bagi mereka,” ujarnya.
Program berbagi ini bukan hal yang baru. Polsek Paya Bakong sudah lama menjalankan Gerakan Berbagi Sepuluh Ribu (Geubibu), sebuah inisiatif sederhana yang menghimpun donasi masyarakat untuk kemudian disalurkan dalam bentuk kegiatan sosial.
Kali ini, es krim dipilih sebagai cara manis menyapa para santri.
Para penerima manfaat tak hanya menikmati segarnya es krim, tapi juga menyampaikan doa dan terima kasih kepada para donatur serta aparat yang telah peduli.
“Semoga Allah selalu melindungi bapak polisi dan orang-orang yang memberi rezeki ini,” ucap salah satu santri dengan polos.
Dukungan terhadap Geubibu kian meluas. Semakin banyak donatur bergabung, semakin kuat pula jalinan kepedulian terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak. Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, pun mengapresiasi langkah ini.
“Kegiatan berbagi ini menjadi wujud nyata bahwa polisi hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Semoga Program Geubibu membawa keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Menutup kegiatan, Ipda Irvan kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang mendukung. Dengan penuh harap, ia berdoa agar segala kebaikan dibalas dengan berlipat ganda.
“Semoga Allah SWT meninggikan derajat kita serta melipatgandakan rezeki para donatur dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ucapnya dengan tulus.
Hari itu, yang tersisa di halaman Balai Pengajian Rumoh Iqra bukan sekadar kertas pembungkus es krim, melainkan kenangan kecil yang manis. Sebuah pengingat bahwa kebahagiaan bisa lahir dari hal sederhana—senyum anak-anak yang merekah karena sebuah es krim yang dibagikan dari mobil patroli. [Khadani]

