Polisi Selidiki Ledakan Sumur Bor di Aceh Utara, Diduga Terkait Pipa Gas Lama

Polisi Selidiki Ledakan Sumur Bor di Aceh Utara, Diduga Terkait Pipa Gas Lama
Kondisi lokasi ledakan sumur bor di Gampong Blang Rubek, Aceh Utara, Jumat (22/5/26), usai semburan gas dan api mulai mengecil. - Foto : Dok. Ist

ACEH UTARA – Personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Utara melakukan identifikasi terkait ledakan sumur bor di Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (22/5/26). Lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi guna mencegah warga mendekat.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kasat Reskrim AKP Ibrahim mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan di lokasi pascainsiden ledakan sumur bor yang awalnya diperuntukkan untuk kebutuhan pengairan sawah warga.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan PT PGE dan meminta keterangan dari masyarakat setempat sebagai saksi,” ujar AKP Ibrahim, Jumat (22/5/26).

Ia menjelaskan, pengeboran sumur tersebut telah dilakukan sejak enam hari terakhir. Pada Kamis malam, kedalaman pengeboran disebut telah mencapai sekitar 90 meter dan mulai mengeluarkan pasir bercampur lumpur. Pekerja kemudian menarik sebagian pipa dari dalam sumur.

Namun, pada Jumat dini hari, terjadi semburan gas disertai kobaran api dan dentuman keras dari lokasi pengeboran yang berada di area perkebunan sawit dan persawahan warga.

“Semburan gas dan api disertai dentuman keras terjadi subuh tadi. Lokasinya berada di areal perkebunan sawit dan persawahan masyarakat,” katanya.

AKP Ibrahim menyebutkan, saat proses pengeboran berlangsung muncul semburan material berupa lumpur dan gas dari lubang sumur bor yang kemudian memicu kobaran api dengan ketinggian mencapai sekitar 75 hingga 100 meter.

Menurutnya, insiden tersebut diduga berkaitan dengan keberadaan pipa gas lama di lokasi yang kemungkinan menjadi sumber awal semburan gas.

“Hal ini diduga terdapat pipa gas lama yang kemungkinan menjadi sumber awal terjadinya semburan gas,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian demi keselamatan.

“Alhamdulillah api sudah mengecil. Kami mengimbau masyarakat jangan mendekati areal kebakaran tersebut,” katanya.

Sebelumnya, pengeboran sumur air di Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, dilaporkan meledak dan mengeluarkan semburan gas disertai api setinggi sekitar 75 meter pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Lokasi kejadian kini dijaga aparat keamanan setelah dipasangi garis polisi. Sumur bor tersebut berada di area perkebunan kelapa sawit milik warga.

Berdasarkan informasi di lapangan, sejak Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB hingga Jumat pukul 04.00 WIB, sumur sempat mengeluarkan pasir dan kerikil sebelum akhirnya memunculkan ledakan dan kobaran api besar.

Keuchik Gampong Blang Rubek, Zulkarnaini, mengatakan pengeboran dilakukan untuk mencari sumber air bersih yang nantinya akan digunakan warga serta dialirkan ke area persawahan.

Menurutnya, kebutuhan air di wilayah tersebut cukup mendesak karena saluran irigasi masih tertimbun lumpur akibat banjir besar yang terjadi akhir tahun lalu.

“Kita mengebor sumur di situ karena dekat dengan sawah dan bisa mengalirkan air ke irigasi sewaktu waktu tanggul kering,” ujar Zulkarnaini.[]