BEM Unimal Gelar Trauma Healing di SMPN 17 Lhokseumawe
Lhokseumawe — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan trauma healing di SMP Negeri 17 Lhokseumawe, Kamis (23/4/26). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan mental siswa pascabanjir yang melanda kawasan Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu.
Selain trauma healing, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi untuk menumbuhkan semangat belajar serta kesadaran menjaga lingkungan di wilayah rawan bencana.
Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut menjadi pemateri. Reihan dari Universitas Andalas (Unand) menyampaikan materi kepemimpinan.
Nadya dari Universitas Sumatera Utara (USU) membawakan materi pentingnya pendidikan. Sementara itu, Sekretaris Bidang Pendidikan dan Kebudayaan BEM Unimal, Soraya, memaparkan kiat memilih perguruan tinggi, dan Kepala Bidang Lingkungan Hidup BEM Unimal, Imam Wahyudi, mengajak siswa peduli lingkungan.
Ketua BEM Unimal, Muhammad Ilal Sinaga, mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali siswa agar siap menghadapi berbagai tantangan, khususnya di daerah rawan banjir.
“Kegiatan ini sebagai sarana pendidikan agar siswa siap menghadapi berbagai tantangan, terutama di wilayah rawan bencana seperti Ujong Pacu,” ujarnya.
Kepala SMP Negeri 17 Lhokseumawe, Zainul Fuad Siregar, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu memotivasi siswa untuk tetap semangat belajar meski sempat terdampak bencana.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Diharapkan dapat mendorong siswa tetap semangat ke sekolah dan meraih cita-cita,” katanya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabanjir di Lhokseumawe. Melalui pendekatan edukatif dan motivasi, siswa diharapkan tidak hanya pulih secara mental, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga lingkungan guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.[]

