Santri di Bayu Jadi Sasaran Kampanye Peduli Lingkungan Mahasiswa KKN Unimal

Santri di Bayu Jadi Sasaran Kampanye Peduli Lingkungan Mahasiswa KKN Unimal
Foto bersama mahasiswa KKN dan santri Dayah Riyadhus Shalihin usai menyelesaikan kegiatan mengaji dan kerajinan tangan. - FOTO : Muhaymi

Aceh utara - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 40 Universitas Malikussaleh melaksanakan program pengabdian yang penuh makna di Dayah Riyadhus Shalihin, Kecamatan Syamtalira Bayu, selama dua hari. Kegiatan ini mengusung dua tujuan utama, yakni meningkatkan pemahaman keagamaan santri serta mengedukasi mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui keterampilan kerajinan tangan berbasis barang bekas.

Pada sesi pertama, mahasiswa KKN mengajak para santri untuk belajar mengaji dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang ramah, mereka membimbing santri dalam memperbaiki tajwid dan kelancaran membaca Al-Qur'an. Santri diberikan kesempatan untuk membaca bergantian, dengan mahasiswa yang memberikan koreksi dan motivasi agar mereka semakin percaya diri dalam belajar mengaji.

Namun, tidak hanya belajar agama, mahasiswa KKN juga mengajak santri berkreasi dengan memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan tangan yang bermanfaat. Dalam kegiatan ini, santri diajarkan dua jenis keterampilan yang unik dan praktis:

  1. Membuat Tempat Pensil dari Botol Plastik dan Pipet
    Santri diajarkan cara mengubah botol plastik bekas dan pipet menjadi tempat pensil yang fungsional dan menarik. Keterampilan ini memberikan mereka wawasan baru tentang bagaimana barang bekas dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna. 

  2. Membuat Hiasan Dinding dari Stik Es Krim
    Menggunakan stik es krim bekas, santri diajarkan membuat hiasan dinding dengan berbagai pola kreatif, seperti bintang, bunga, dan rumah. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menunjukkan bagaimana barang bekas dapat menjadi benda yang bernilai estetika.

Nova, mahasiswi dari Program Studi Sosiologi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pola pikir santri agar lebih peduli terhadap lingkungan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas bukan sampah, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai seni," ujar Nova.

Antusiasme para santri terlihat jelas dalam kegiatan ini. Salah satu santri, Afi, mengungkapkan kegembiraannya setelah belajar membuat tempat pensil dari botol plastik bekas.

"Ternyata barang bekas bisa jadi sesuatu yang bermanfaat. Saya jadi ingin mencoba membuat kerajinan lainnya di rumah," tuturnya.

Tgk. Muslem, pimpinan Dayah Riyadhus Shalihin, mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN ini.

"Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Selain menambah wawasan agama, anak-anak juga mendapatkan pengalaman baru dalam mengembangkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut di masa depan," ujarnya dengan penuh harapan.

Sebagai penutupan, mahasiswa KKN menyerahkan hasil kerajinan tangan yang telah dibuat bersama santri kepada pihak dayah sebagai kenang-kenangan. Mereka pun berpamitan dengan harapan agar ilmu dan keterampilan yang telah dibagikan dapat terus bermanfaat bagi para santri di masa depan.

Dengan program ini, mahasiswa KKN Kelompok 40 berharap bisa memberikan manfaat yang signifikan, tidak hanya dalam hal pendidikan agama tetapi juga dalam hal kepedulian terhadap lingkungan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, sehingga lebih banyak anak-anak yang mendapatkan pengalaman positif dari ilmu yang diajarkan.