Ribuan Wisatawan Padati Pantai Bahagia Paya Bakong, Pedagang Raup Omzet Jutaan Rupiah

Ribuan Wisatawan Padati Pantai Bahagia Paya Bakong, Pedagang Raup Omzet Jutaan Rupiah
Wisatawan menikmati suasana Pantai Bahagia di aliran Sungai Krueng Keureuto, Paya Bakong, Aceh Utara, Sabtu (30/5/26). - Foto : Dok. Penulis

ACEH UTARA – Objek wisata Pantai Bahagia yang berada di kawasan aliran Sungai Krueng Keureuto, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, dipadati ribuan wisatawan pada Sabtu (30/5/26).

Pengunjung tidak hanya berasal dari berbagai kecamatan di Aceh Utara, tetapi juga dari Kota Lhokseumawe dan sejumlah daerah lainnya di Aceh. Mereka memanfaatkan akhir pekan untuk menikmati suasana alam serta kesejukan air Sungai Krueng Keureuto yang menjadi daya tarik utama lokasi wisata tersebut.

Di kawasan wisata itu, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari mandi di sungai hingga mencoba wahana arung jeram (jeuram) yang disediakan pengelola dengan tarif sekitar Rp300 ribu per unit.

Ramainya kunjungan wisatawan turut membawa berkah bagi masyarakat setempat. Salah seorang pedagang, Nyak Binti Fatimah, mengaku omzet penjualannya meningkat signifikan saat jumlah pengunjung membludak.

“Kalau hari biasa paling sekitar Rp500 ribu, tetapi saat ramai seperti sekarang bisa mencapai Rp3 juta dalam sehari,” kata Nyak Binti Fatimah.

Peningkatan jumlah pengunjung juga berdampak pada pendapatan retribusi masuk kawasan wisata. Pemuda setempat yang bertugas menjaga pintu masuk menyebutkan tarif masuk sebesar Rp10 ribu untuk mobil dan Rp5 ribu untuk sepeda motor.

“Kalau pengunjung ramai seperti sekarang, pendapatan dari tiket masuk bisa mencapai Rp8 juta dalam sehari,” ujarnya.

Sementara itu, seorang wisatawan asal Lhokseumawe, Pipit, mengaku datang bersama keluarganya setelah melihat informasi mengenai Pantai Bahagia melalui media sosial.

“Saya datang bersama keluarga karena penasaran setelah melihat di media sosial. Ternyata air sungainya sangat sejuk dan dingin,” katanya.

Meningkatnya jumlah wisatawan tersebut menunjukkan peran media sosial yang cukup besar dalam memperkenalkan destinasi wisata daerah kepada masyarakat luas. Berbagai unggahan pengunjung di platform digital dinilai mampu menarik minat wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan alam yang ditawarkan.

Meski demikian, akses menuju lokasi wisata masih menjadi perhatian. Jalan sepanjang sekitar tiga kilometer menuju Pantai Bahagia hingga kini belum beraspal sehingga diharapkan mendapat perhatian pemerintah guna mendukung kenyamanan pengunjung serta pengembangan sektor pariwisata daerah.

Pantai Bahagia saat ini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang semakin diminati masyarakat, terutama pada akhir pekan dan hari libur, berkat suasana sungai yang alami serta panorama alam yang masih asri.[]