Fauzan Azima Terpilih sebagai Presiden Mahasiswa Periode 2026–2027

Fauzan Azima Terpilih sebagai Presiden Mahasiswa Periode 2026–2027
Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa terpilih berfoto bersama usai MUSMA di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Februari 2026. - Foto : Dok. Ist

Lhokseumawe – Demokrasi kampus kembali bergulir di lingkungan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Melalui Musyawarah Mahasiswa (MUSMA) yang berlangsung 10–12 Februari 2026 di Aula Biro kampus, Fauzan Azima resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (Presiden Mahasiswa) periode 2026–2027.

Fauzan merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang dikenal aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan. Proses pemilihan dalam forum tertinggi mahasiswa itu berlangsung demokratis, transparan, dan menjunjung tinggi nilai musyawarah. Perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas turut berpartisipasi, sehingga dinamika sidang berjalan tertib hingga penetapan hasil.

Dalam pidato perdananya, Fauzan menyatakan amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab bersama untuk menggerakkan mahasiswa ke arah yang lebih progresif.

“Ini adalah amanah kolektif. 

Kepemimpinan ini harus dijalankan dengan integritas, kolaborasi, serta komitmen menghadirkan program yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya, Jumat (14/2/26).

Ia menegaskan komitmennya mengembangkan potensi dan minat bakat mahasiswa melalui program terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, DEMA harus menjadi ruang aktualisasi yang inklusif bagi seluruh mahasiswa, baik dalam bidang akademik, riset, seni, olahraga, maupun kewirausahaan.

Selain itu, Fauzan berencana mendorong kolaborasi lintas organisasi kemahasiswaan guna melahirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak pemberdayaan.

Dengan latar belakang keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir, ia berharap kepemimpinannya mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang berlandaskan nilai keislaman, etika, serta semangat intelektual, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman dan responsif terhadap aspirasi mahasiswa.

Antusiasme peserta sepanjang rangkaian MUSMA mencerminkan tingginya harapan terhadap kepemimpinan baru. Periode 2026–2027 diharapkan menjadi momentum memperkuat kualitas akademik, karakter religius, serta kontribusi nyata mahasiswa bagi civitas akademika dan masyarakat luas.

Berakhirnya MUSMA kembali menegaskan kampus sebagai ruang pembelajaran demokrasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial bagi mahasiswa.[]