Camat Pirak Timu Tekankan Keharmonisan Sosial, Geuchik Diminta Jaga Persatuan Gampong
Aceh Utara — Camat Pirak Timu, Julfar Abdar, S.STP., M.A.P., menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan dan persatuan masyarakat gampong sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Hal itu disampaikan saat melantik dan mengambil sumpah jabatan Geuchik terpilih Gampong Teupin U, Gampong Bili Baro, dan Gampong Reungkam di Aula Kantor Camat Pirak Timu, Jumat (2/1/26).
Dalam arahannya, Julfar Abdar menekankan bahwa seorang geuchik bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga pemimpin sosial dan moral yang menjadi rujukan masyarakat. Menurutnya, kekuatan gampong terletak pada kebersamaan dan kepercayaan antara pemimpin dan warganya.
“Menjadi geuchik bukan sekadar jabatan, tetapi amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Karena itu, jaga kepercayaan masyarakat dan jangan menciptakan sekat-sekat di tengah warga,” ujar Julfar.
Ia mengingatkan agar seluruh geuchik di Kecamatan Pirak Timu senantiasa membangun komunikasi yang terbuka, jujur, dan inklusif dengan masyarakat. Perbedaan pilihan dalam pilchiksung, kata dia, harus berakhir setelah proses demokrasi selesai.
“Setelah pelantikan ini, tidak ada lagi kelompok-kelompok. Tidak ada lagi pendukung A atau B. Yang ada hanyalah satu masyarakat gampong yang harus dirangkul dan dilayani secara adil,” tegasnya.
Julfar juga menekankan bahwa konflik kecil di tingkat gampong seringkali berawal dari miskomunikasi antara aparatur desa dan masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta para geuchik untuk lebih sering turun ke lapangan, mendengar aspirasi warga, serta menyelesaikan persoalan dengan musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
“Bangun keharmonisan, karena tanpa keharmonisan, pembangunan tidak akan berjalan. Gampong akan kuat jika pemimpinnya dekat dengan rakyat,” katanya.
Selain itu, Camat Pirak Timu juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah gampong dengan lembaga adat, tokoh agama, pemuda, serta unsur Muspika dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan wilayah.
Ia berharap geuchik yang baru dilantik dapat menjadi perekat sosial di tengah masyarakat, menjaga nilai-nilai adat dan kearifan lokal Aceh, serta menghindari kebijakan yang berpotensi memecah belah warga.
“Jadilah pemimpin yang meneduhkan, bukan memanaskan. Jadilah tempat masyarakat mengadu, bukan sumber persoalan baru,” pesan Julfar Abdar menutup arahannya.
Dalam arahannya, Julfar Abdar turut menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kegiatan keagamaan di tingkat gampong, khususnya majelis taklim. Ia meminta para geuchik menjadikan majelis taklim sebagai ruang pembinaan moral dan spiritual masyarakat.
“Majelis taklim jangan dibiarkan mati. Ini benteng akhlak masyarakat kita. Dari sanalah lahir ketenangan, kebersamaan, dan nilai-nilai kebaikan di gampong,” katanya.
Tak kalah penting, Camat Pirak Timu juga menekankan tanggung jawab geuchik dalam menyelamatkan generasi muda dari berbagai ancaman sosial, seperti pergaulan bebas, narkoba, dan pengaruh negatif lainnya.
“Geuchik harus peduli dengan masa depan generasi. Pemuda harus diarahkan ke kegiatan yang positif, keagamaan, pendidikan, dan kepemudaan. Jika generasi rusak, maka rusaklah masa depan gampong,” ujarnya.
Ia berharap seluruh geuchik di Kecamatan Pirak Timu dapat menjadi teladan, tidak hanya dalam pemerintahan, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan, sehingga gampong-gampong di Pirak Timu tumbuh menjadi gampong yang aman, religius, dan sejahtera. [ ]

