Delegasi UNIMAL Edukasi UMKM Pulau Laiya: Dorong Transformasi Digital dan Penguatan Branding Lewat KKN Kebangsaan 2025.

Delegasi UNIMAL Edukasi UMKM Pulau Laiya: Dorong Transformasi Digital dan Penguatan Branding Lewat KKN Kebangsaan 2025.
Mahasiswa Unimal bersama pelaku UMKM Pulau Laiya menunjukkan produk khas Bugis dan akun media sosial hasil pendampingan digitalisasi usaha. - foto : dok. ist

PULAU LAIYA, SULAWESI SELATAN – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2025 di Pulau Laiya, Desa Mattiro Labangeng, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, menjadi momen berharga bagi pemberdayaan ekonomi lokal berbasis digital. Salah satu kontribusi menonjol datang dari delegasi Universitas Malikussaleh, Dilla Nazatul Amira, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang menginisiasi program bertajuk “Transformasi Digital dan Penguatan Branding UMKM.”

Dalam program tersebut, Dilla menggandeng para pelaku UMKM Pulau Laiya untuk beradaptasi dengan era digital melalui edukasi dan pendampingan intensif. Ia melihat bahwa besarnya potensi produk lokal khas Bugis belum diiringi dengan optimalisasi media digital sebagai sarana promosi dan ekspansi pasar.

“UMKM di Pulau Laiya menyimpan potensi besar. Sayangnya, belum banyak yang memanfaatkan media digital seperti Instagram atau TikTok untuk memperluas jangkauan pasar. Edukasi dan pendampingan sangat dibutuhkan agar pelaku usaha lebih percaya diri dan siap bersaing di era digital,” ujar Dilla Nazatul Amira.

Program ini menyasar peningkatan kapasitas digital pelaku usaha, mulai dari pembuatan akun media sosial resmi, desain logo dan label produk, hingga poster menu yang mencerminkan karakter usaha lokal. Para pelaku UMKM juga dibimbing membuat konten menarik menggunakan aplikasi sederhana seperti Canva dan CapCut, serta mengintegrasikan media promosi mereka melalui tautan digital (link s.id) agar lebih mudah diakses konsumen.

Pendampingan branding diperkuat melalui sesi fotografi produk yang estetik dan representatif. Produk-produk khas Bugis seperti doi-doi, barusa gula merah, bolu rempah, kerupuk keju, dan kulambeng, kini telah hadir di platform digital dan dapat ditemukan di akun Instagram @rayyancookies.snack serta TikTok @rayyancookies&snack.

Doi-doi, camilan khas Bugis dari Rayyan Cookies & Snack.Doi-doi, camilan khas Bugis dari Rayyan Cookies & Snack.

Hasil dari program ini bukan hanya peningkatan identitas digital yang lebih profesional, tetapi juga pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya konsistensi promosi, komunikasi visual, dan kreativitas konten dalam membangun merek.

Dengan mengusung tema "Promosi Kreatif, UMKM Inovatif, Pulau Laiya Produktif", kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal menuju transformasi ekonomi berbasis teknologi dan kreativitas di Pulau Laiya. Universitas Malikussaleh, melalui peran aktif mahasiswanya, membuktikan komitmennya dalam membangun negeri dari daerah terpencil hingga siap bersaing secara digital di pasar nasional.