Kolaborasi BNPB–TNI Bangun Sumur Bor di 12 Desa Aceh Utara, Jalan Alternatif Gayo Lues Hampir Tersambung

Kolaborasi BNPB–TNI Bangun Sumur Bor di 12 Desa Aceh Utara, Jalan Alternatif Gayo Lues Hampir Tersambung
BNPB berkolaborasi dengan TNI membangun sumur bor di 12 desa Aceh Utara. - Foto : Dok. BNPB

Aceh Utara — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI terus mengakselerasi upaya pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih dan pembukaan kembali akses transportasi di wilayah terdampak.

Berkolaborasi dengan Kodim Lhokseumawe, BNPB melaksanakan pemboran sumur air bersih di 12 desa terdampak bencana di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak warga yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih akibat dampak bencana.

BNPB menilai pemboran sumur air bersih menjadi solusi jangka menengah yang efektif guna menjamin ketersediaan air layak konsumsi bagi masyarakat. Keterlibatan TNI dalam proses teknis di lapangan turut mempercepat pengerjaan, sekaligus memastikan keamanan dan ketepatan titik pemboran.

Selain di Aceh Utara, BNPB juga melakukan pemantauan langsung terhadap pembangunan jalan alternatif di Kabupaten Gayo Lues. Jalan darurat tersebut dibangun untuk membuka kembali akses dari Desa Tetukah, Kecamatan Blang Jerango, menuju sejumlah desa yang sebelumnya terisolasi akibat rusaknya infrastruktur.

Sejumlah desa yang menjadi sasaran pembukaan akses jalan alternatif antara lain Desa Tetingi, Desa Remukut, Desa Kuning Kurnia, dan Desa Senderen di Kecamatan Pantan Cuaca. Jalur ini memiliki peran strategis sebagai akses mobilitas warga sekaligus jalur distribusi logistik dan layanan kemanusiaan.

Panjang jalan alternatif yang dikerjakan mencapai sekitar dua kilometer. Meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem di kawasan pegunungan Gayo Lues, progres pengerjaan dilaporkan berjalan signifikan dan ditargetkan segera tersambung kembali dengan ruas jalan provinsi di Desa Remukut.

BNPB menyebutkan, hingga saat ini pembangunan jalan alternatif tersebut hampir rampung dan dalam waktu dekat dipastikan kembali menghubungkan jalur utama antarwilayah. Konektivitas ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, BNPB bersama unsur terkait berencana menambah satu unit alat berat berupa ekskavator yang akan ditempatkan di Desa Kuning, Kecamatan Rikit Gaib. Alat berat tersebut akan difokuskan untuk membuka jalur dari Desa Kuning menuju Desa Kuning Kurnia serta Desa Senderen di Kecamatan Pantan Cuaca.

Pengerjaan dilakukan dari dua arah dengan target pertemuan di batas Kecamatan Pantan Cuaca dan Kecamatan Rikit Gaib. BNPB menegaskan, sinergi antara BNPB dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana di Aceh. Dengan tersedianya akses air bersih serta terbukanya jalur transportasi, masyarakat di Aceh Utara dan Gayo Lues diharapkan segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal.[]