Bupati Aceh Utara Ungkap Elpiji 3 Kg Masih Langka Pascabencana
Aceh Utara — Hampir sebulan pascabencana banjir dan longsor, distribusi gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Aceh Utara masih mengalami kelangkaan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah proses pemulihan pascabencana.
Kelangkaan itu disampaikan langsung Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, dalam rapat evaluasi yang digelar di Aceh Utara, Senin (22/12/25). Ia mengungkapkan, hingga hampir satu bulan setelah bencana, distribusi elpiji bersubsidi belum kembali normal di seluruh wilayah.
“Hingga memasuki hari ke-26 pascabanjir, masih banyak daerah yang belum menerima distribusi gas elpiji,” ujar Ismail, Rabu (24/12/25).
Menurut Ismail, kelangkaan elpiji berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah desa yang belum mendapatkan pasokan elpiji, salah satunya di Desa Matang Jeulikat, Kecamatan Seunuddon.
“Desa-desa tersebut sudah cukup lama tidak mendapatkan tabung gas elpiji,” ungkapnya.
Ismail menegaskan, kondisi ini menunjukkan terhentinya distribusi elpiji di tingkat wilayah dan telah berada pada skala yang mengkhawatirkan. Bahkan, kata dia, warga terpaksa mengumpulkan hingga 1.000 tabung gas akibat kelangkaan pasokan.
“Ini persoalan serius dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Selain sulit diperoleh, kelangkaan elpiji juga berdampak pada melonjaknya harga di pasaran. Laporan masyarakat menyebutkan, harga elpiji 3 kilogram mengalami kenaikan signifikan, sehingga semakin memberatkan warga yang tengah berupaya memulihkan kondisi ekonomi pascabencana.
Karena itu, Ismail mendesak agar penanganan dilakukan secara cepat, konkret, dan terukur. Ia meminta instansi terkait segera memastikan kelancaran suplai elpiji serta menstabilkan harga melalui langkah-langkah darurat, termasuk operasi pasar.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Saya minta Dinas Perdagangan memastikan pasokan gas elpiji terjamin di seluruh wilayah Aceh Utara dan harga kembali normal,” pungkasnya.[]

