Aktivis HMI Dukung KEK Arun Terlibat dalam Pengembangan Blok Andaman

Aktivis HMI Dukung KEK Arun Terlibat dalam Pengembangan Blok Andaman
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe–Aceh Utara, Surya Distamura. - Foto : Dok. Ist

LHOKSEUMAWE – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe–Aceh Utara, Surya Distamura, menyatakan dukungannya terhadap langkah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang mendorong keterlibatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dalam pengembangan Blok Andaman.

Menurut Surya, langkah tersebut penting untuk memastikan potensi minyak dan gas bumi (migas) Aceh tidak hanya berkontribusi terhadap produksi energi nasional, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Aceh melalui hilirisasi dan penguatan industri daerah.

Ia menilai integrasi fasilitas pengolahan darat atau Onshore Processing Facility (OPF) dengan KEK Arun merupakan kebijakan yang tepat. Pasalnya, kawasan tersebut telah memiliki infrastruktur strategis yang dapat mendukung pengembangan industri migas secara lebih efisien dan berkelanjutan.

“Blok Andaman adalah peluang besar bagi Aceh. KEK Arun memiliki sejarah, infrastruktur, dan posisi strategis yang harus dimanfaatkan agar Aceh memperoleh nilai tambah dari pengelolaan sumber daya alamnya sendiri,” ujar Surya, Minggu (31/5/26).

Lebih lanjut, Surya menegaskan bahwa keterlibatan KEK Arun tidak hanya berkaitan dengan sektor energi semata, tetapi juga berpotensi mendorong masuknya investasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Aceh, khususnya kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Ia menambahkan, pengembangan Blok Andaman harus menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi Aceh dengan memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami mendukung investasi dan pengembangan sektor energi. Namun yang terpenting adalah memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Aceh. Jangan sampai Aceh hanya menjadi tempat produksi, sementara nilai tambah ekonominya berkembang di luar daerah. Blok Andaman harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi Aceh,” tegasnya.[]