UNIRAZAK Malaysia Tertarik Dengan Model Rehabilitasi Sosial Dayah Rakyat Tamora Nusantara Aceh

UNIRAZAK Malaysia Tertarik Dengan Model Rehabilitasi Sosial Dayah Rakyat Tamora Nusantara Aceh
mahasiswa UNIRAZAK Malaysia saat berkunjung ke Dayah Tamora Lhokseumawe - Foto: abuzar

LHOKSEUMAWE – Puluhan mahasiswa dari Universiti Tun Abdul Razak (UNIRAZAK), salah satu institusi pendidikan ternama di Malaysia, memberikan tertarik dengan model rehabilitasi yang dilakukan di  Dayah Rakyat Tamora Nusantara Aceh, sebuah lembaga pendidikan dan rehabilitasi sosial asal Lhokseumawe.

Di tempat ini puluhan ribu mantan pelaku kriminal, remaja bermasalah, pecandu narkoba, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pelanggar syariat Islam, dan penderita masalah sosial lainnya menjalani pendidikan agar kembali menjadi individu yang produktif dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Perwakilan UNIRAZAK, Mohammad Mukmin, menyampaikan kekagumannya terhadap dedikasi dan pendekatan khas Dayah Rakyat Tamora dalam membina para mantan narapidana melalui pendidikan agama, pelatihan keterampilan hidup, dan pembinaan karakter.

"Dayah Rakyat Tamora telah menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kasih sayang dan nilai keagamaan mampu mengubah mantan pelanggar hukum menjadi pengusaha kecil, pendakwah, guru ngaji, hingga tokoh masyarakat yang inovatif. Kami berharap program semacam ini bisa diadopsi secara global," ungkap Mukmin.

Pembina Dayah Rakyat Tamora, Dr. (C) Heri Maulana, S.IP., M.SM., menjelaskan bahwa kunci keberhasilan lembaga ini adalah pendekatan yang manusiawi dan berlandaskan nilai-nilai lokal dan religius.

“Dayah Rakyat Tamora Nusantara Aceh menunjukkan bahwa transformasi sejati dimulai dari pendekatan yang manusiawi dan berbasis nilai. Mereka bukan hanya menyelamatkan individu, tetapi juga memperkuat struktur sosial secara keseluruhan,” jelas Heri.

Fasilitator kegiatan, dari Central For Information of Sumatera Pasai Heritage (Cisah) Mawardi didampingi Akademisi dari Fakultas Ilmu Soisal dan Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh Nazaruddin, S. Sos., M.AP, menyebutkan kehadiran Mahassiwa UNIRAZAK ke dayah  ini merupakan bagian dari program Educational Trip kampus tersebut selama 14 hari di Aceh.

“Satu hari sebelumnya, rombongan UNIRAZAK juga sudah berkunjung ke Kampus Unimal, dan berikutnya akan bertolak ke Banda Aceh ke situs-situs Sejarah di Banda Aceh” tutup Mawardi.