Puluhan Warga di Aceh Utara Masih Mengungsi Akibat Sumur Bor Keluarkan Gas dan Api

Puluhan Warga di Aceh Utara Masih Mengungsi Akibat Sumur Bor Keluarkan Gas dan Api
Kondisi lokasi sumur bor yang mengeluarkan semburan gas dan api di Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (23/5/26).- Foto : Dok. Ist

ACEH UTARA – Puluhan warga Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, masih mengungsi hingga Sabtu (23/5/26) setelah sebuah sumur bor di desa tersebut mengeluarkan semburan gas dan api yang memicu kepanikan masyarakat.

Sebanyak 20 rumah dengan sekitar 80 jiwa terdampak dan untuk sementara meninggalkan rumah mereka demi alasan keselamatan.

Namun, sebagian warga dilaporkan mulai kembali ke rumah masing-masing pada Sabtu sore. Sementara sejumlah keluarga lainnya masih memilih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir terjadi ledakan susulan dari lokasi sumur yang mengeluarkan gas tersebut.

Keuchik Desa Blang Reubek, Zulkarnaini, mengatakan warga yang mengungsi tersebar di beberapa lokasi, terutama di rumah kerabat mereka di luar desa.

“Ada yang mengungsi ke rumah familinya di Kecamatan Tanah Luas, Syamtalira Aron, dan juga ada di kawasan Lhoksukon, tetapi bukan di Desa Blang Reubek,” ujar Zulkarnaini, Sabtu (23/5/26).

Menurutnya, sumur tersebut awalnya dibor untuk memenuhi kebutuhan air bagi areal persawahan masyarakat serta kebutuhan air bersih warga.

Namun, saat proses pengeboran berlangsung, tiba-tiba muncul semburan gas bercampur lumpur yang kemudian memicu kobaran api.

Peristiwa itu membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi panik dan memilih mengungsi demi menghindari kemungkinan risiko yang lebih besar.

“Masih ada yang mengungsi untuk sementara waktu. Mereka khawatir akan ada ledakan susulan dari sumur itu,” katanya.

Meski menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar lokasi dan melarang warga mendekati area sumur.

“Polisi sudah memasang police line sambil menunggu penanganan teknis dari pihak berwenang terkait sumber semburan gas tersebut,” ujar Zulkarnaini.

Langkah pengamanan juga melibatkan unsur TNI dan pemerintah kecamatan guna memastikan warga tetap berada pada jarak aman dari lokasi kejadian.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang Sutrisno, mengatakan pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab munculnya semburan gas yang disertai api dari sumur bor tersebut.

Menurutnya, kobaran api yang muncul saat kejadian sempat mencapai ketinggian lebih dari 75 meter sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat sekitar.

“Kami mengimbau sementara waktu warga tidak mendekat ke lokasi. Walaupun apinya sudah padam, kami belum menerima laporan dari tim teknis terkait tingkat keamanan sumur bor tersebut,” katanya.

Hingga Sabtu malam, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi kejadian sambil menunggu hasil pemeriksaan tim teknis untuk memastikan kondisi sumur dan lingkungan sekitar benar-benar aman sebelum seluruh warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.[]