Seminar "Dari Dakwah Kampus untuk Masa Depan Peradaban" Bahas Peran AI, Etika, dan Tantangan Sosial

Seminar
Unit Pengembangan Studi Agama Islam (UP-Sani Al-Falah) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh. - Foto : Dok. Ist

Lhokseumawe, Unit Pengembangan Studi Agama Islam (UP-Sani Al-Falah) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh sukses menyelenggarakan Seminar Milad ke-XII bertajuk "Dari Dakwah Kampus untuk Masa Depan Peradaban" pada Rabu (1/7/2026) di Aula FEB Lantai 3 Universitas Malikussaleh.

Seminar yang mengusung tema "Artificial Intelligence, Etika, dan Tantangan Sosial: Mempersiapkan Mahasiswa Menjadi Agen Perubahan untuk Masa Depan Peradaban" ini menghadirkan Hafizh Al-Kautsar Aidilof, S.T., M.Kom. sebagai pemateri dengan Ery Ardiansyah Sinaga sebagai moderator.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan shalawat, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Universitas Malikussaleh, serta Himne Aceh. Kegiatan kemudian diteruskan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ketua Umum UP-Sani Al-Falah, Pembina, dan Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh.

Dalam sambutannya, Ketua Umum UP-Sani Al-Falah, Surya Ramadhan Lubis, menyampaikan bahwa peringatan Milad ke-XII menjadi momentum bagi organisasi untuk terus memperkuat peran dakwah kampus dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi perkembangan zaman. Ia berharap seminar ini dapat membuka wawasan peserta mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara bijak dan beretika sehingga mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada sesi utama, Hafizh Al-Kautsar Aidilof memaparkan materi mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI), pentingnya etika dalam penggunaan teknologi, serta tantangan sosial yang akan dihadapi generasi muda di era digital. Peserta diajak untuk memanfaatkan AI sebagai sarana meningkatkan produktivitas dan inovasi tanpa mengabaikan nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan seputar penerapan AI dalam dunia pendidikan, kehidupan sehari-hari, hingga tantangan yang dihadapi mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Sebagai bagian dari perayaan Milad ke-XII, acara juga diisi dengan pemutaran video perjalanan UP-Sani Al-Falah, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi selama dua belas tahun, pembagian doorprize, doa bersama, foto bersama, dan ditutup secara resmi oleh pembawa acara.

Melalui seminar ini, UP-Sani Al-Falah berharap dapat terus menjadi wadah pembinaan mahasiswa yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga lahir generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih baik.[]