Mahasiswa Duduk Rapi dan Tertib: Aksi Demo Lhokseumawe Terdamai se-Indonesia

Mahasiswa Duduk Rapi dan Tertib: Aksi Demo Lhokseumawe Terdamai se-Indonesia
Massa aksi aliansi mahasiswa Pase. - foto : dok. Ist

LHOKSEUMAWE – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pase di depan Kantor DPRK Lhokseumawe, Senin (1/9/25), mendapat apresiasi luas. Pasalnya, aksi yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus bersama masyarakat Pase tersebut berlangsung dengan sangat tertib dan damai, hingga dijuluki sebagai salah satu aksi demo terdamai se-Indonesia.

Sejak awal, massa aksi menekankan bahwa tujuan mereka adalah menyampaikan aspirasi secara beradab. Tidak ada kericuhan, tidak ada tindakan anarkis, bahkan orasi-orasi disampaikan dengan penuh wibawa dan argumentasi yang terukur. Mahasiswa juga terlihat membawa spanduk dan poster yang berisi pesan-pesan kritis namun tetap santun.

Dalam aksinya, massa menyoroti beberapa persoalan penting, salah satunya soal kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 248 persen sebagaimana diatur dalam Qanun Nomor 1 Tahun 2024. Meski isu yang diangkat cukup serius dan memicu kemarahan publik, mahasiswa memilih jalan damai untuk menyampaikannya.

Aksi ini juga diwarnai momen penting, yakni penyerahan petisi kepada Wali Kota dan Ketua DPRK Lhokseumawe. Bahkan, kedua pejabat tersebut hadir langsung dan menandatangani petisi sebagai bentuk komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat.

Salah seorang peserta aksi menyebutkan bahwa cara damai adalah kekuatan mahasiswa. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bisa berjuang tanpa harus merusak. Damai adalah senjata paling kuat dalam memperjuangkan kebenaran,” ujarnya.

Keberhasilan aksi damai ini diharapkan menjadi contoh bagi gerakan mahasiswa di daerah lain. Bahwa aspirasi bisa tetap disampaikan dengan lantang tanpa harus menimbulkan ketakutan atau keresahan di tengah masyarakat.