10 Klub Sepakat, Armiadi Kembali Pimpin PBVSI Lhokseumawe

10 Klub Sepakat, Armiadi Kembali Pimpin PBVSI Lhokseumawe
Penyerahan bendera pataka PBVSI dalam Musyawarah Kota (Muskot) PBVSI Lhokseumawe periode 2026–2030 di Kantor KONI Lhokseumawe, Jumat (17/4/26). - Foto : Dok. Ist

Lhokseumawe — Sepuluh klub bola voli di Kota Lhokseumawe secara bulat kembali mempercayakan kepemimpinan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) kepada Armiadi untuk periode 2026–2030. Keputusan tersebut diambil melalui Musyawarah Kota (Muskot) yang berlangsung di Kantor KONI Lhokseumawe, Jumat (17/4/26).

Pemilihan berlangsung secara aklamasi tanpa adanya calon lain, mencerminkan soliditas dukungan dari seluruh pemilik hak suara. Forum Muskot turut dihadiri jajaran pengurus KONI Lhokseumawe, termasuk Ketua Harian Hilmi Assa, yang menyaksikan langsung jalannya proses pemilihan.

Ketua Panitia Pelaksana Muskot, Agustiar, mengatakan proses aklamasi telah sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBVSI. Ia juga menegaskan pelaksanaan Muskot dilakukan tepat waktu menjelang berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya pada 19 April 2026.

"Seluruh klub menginginkan keberlanjutan kepemimpinan agar pembinaan atlet tidak terganggu,” ujarnya.

Sementara itu, Hilmi Assa menilai kondisi daerah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana menjadi salah satu pertimbangan penting. Menurutnya, stabilitas organisasi olahraga diperlukan agar pembinaan atlet tetap berjalan optimal.

Terpilihnya kembali Armiadi menandai periode ketiganya memimpin PBVSI Lhokseumawe. Dalam pernyataannya, ia menegaskan komitmen untuk terus memprioritaskan pembinaan atlet, khususnya di tingkat pelajar.

“Fokus kita tetap pada pembinaan usia dini dan persiapan menghadapi Pra-PORA,” katanya.

Aklamasi ini dinilai menjadi cerminan kekompakan internal organisasi sekaligus harapan untuk mendorong kebangkitan prestasi bola voli di Lhokseumawe. 

Dengan kepengurusan baru yang akan segera dibentuk, PBVSI diharapkan mampu menjaga kesinambungan program dan meningkatkan kualitas atlet di tengah berbagai keterbatasan.[]