Camat Pirak Timu Apresiasi Kunjungan HRD, Tinjau Krueng Pirak dan Lokasi Irigasi
ACEH UTARA – Camat Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Julfar Abdar, S.STP., M.A.P., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anggota DPR RI H. Ruslan Daud (HRD) yang telah melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau langsung kondisi Krueng Pirak dan lokasi pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Pirak Timu, Selasa (3/11/26).
Menurut Julfar, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam upaya penanganan banjir dan peningkatan infrastruktur pertanian yang selama ini menjadi harapan warga Kecamatan Pirak Timu.
Dalam kunjungan tersebut, HRD didampingi Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi S.I.Kom (Tarmizi Panyang), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara Ir. Jaffar, S.T., M.T., serta unsur Muspika. Peninjauan juga dilakukan di sejumlah titik wilayah Kecamatan Pirak Timu dan Matangkuli.
Julfar menjelaskan, terdapat dua persoalan utama yang menjadi perhatian masyarakat, yakni normalisasi Krueng Pirak dan pembangunan jaringan irigasi DI Pirak Timu.
Ia menyebutkan, normalisasi Krueng Pirak sangat dibutuhkan mengingat sungai tersebut kerap meluap ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi itu menyebabkan air melimpah ke daratan hingga mengancam permukiman dan aktivitas masyarakat.
Menurutnya, normalisasi menjadi langkah awal untuk mengantisipasi tingginya debit air. Namun, dalam jangka panjang, masyarakat juga mengharapkan pembangunan tanggul serta pelebaran sungai agar penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
"Dengan adanya normalisasi dalam jangka pendek, itu dapat mengantisipasi curah hujan dan debit air yang tinggi. Dalam jangka panjang, masyarakat juga meminta untuk dibangunnya infrastruktur tanggul serta pelebaran sungai," ujar Julfar.
Selain penanganan banjir, Julfar juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan HRD meninjau langsung lokasi rencana pembangunan irigasi DI Pirak Timu.
Ia mengungkapkan, sekitar 1.069 hektare lahan persawahan di Kecamatan Pirak Timu hingga kini masih berstatus sawah tadah hujan. Jika digabungkan dengan wilayah lintas Paya Bakong dan Pirak Timu, luas lahan persawahan yang membutuhkan dukungan jaringan irigasi mencapai sekitar 1.600 hektare.
Kondisi tersebut membuat petani masih sangat bergantung pada curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air persawahan. Karena itu, pembangunan jaringan irigasi dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi kesediaan HRD turun langsung melihat kondisi di lapangan. Harapan masyarakat, pembangunan jaringan irigasi ini dapat segera diperjuangkan dan direalisasikan karena menyangkut kebutuhan ribuan hektare lahan pertanian," ungkap Julfar.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang mengatakan pemerintah daerah memiliki komitmen untuk mendorong penyelesaian persoalan banjir di kawasan Krueng Pirak.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperlihatkan kondisi nyata di lapangan sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat kepada perwakilan rakyat di tingkat pusat.
Ia menegaskan, penanganan sungai tidak dapat dilakukan secara parsial karena sistem aliran air saling berkaitan antara satu kawasan dengan kawasan lainnya. Oleh sebab itu, normalisasi harus didukung kajian teknis, perencanaan matang, serta koordinasi lintas sektor agar memberikan hasil yang efektif dan berkelanjutan.
"Krueng Pirak ini memang membutuhkan perhatian yang sangat serius. Kami berharap melalui kunjungan langsung ini, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan diperjuangkan hingga ke tingkat pemerintah pusat," kata Tarmizi.
Tarmizi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara siap berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk mempersiapkan kebutuhan perencanaan penanganan Krueng Pirak, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Ia juga berharap keterlibatan HRD sebagai anggota DPR RI dapat memperkuat perjuangan pemerintah daerah dalam memperoleh dukungan pemerintah pusat, khususnya untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.
Julfar berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal bagi terwujudnya solusi atas persoalan banjir dan kebutuhan irigasi di Kecamatan Pirak Timu. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan perlindungan dari ancaman banjir, tetapi juga dukungan infrastruktur yang memadai untuk mengembangkan sektor pertanian.

