Warga Sido Mulyo Keluhkan Jalan Rusak Parah, Tuntut Janji Pembangunan Direalisasikan

Warga Sido Mulyo Keluhkan Jalan Rusak Parah, Tuntut Janji Pembangunan Direalisasikan
Foto : Jalan Rusak dan berlubang sulit dilalui _ di Gampong Sido Muliyo, Kecamatan Kuta Makmur. Kabupaten Aceh Utara
Warga Sido Mulyo Keluhkan Jalan Rusak Parah, Tuntut Janji Pembangunan Direalisasikan

Aceh Utara – Warga Gampong Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, kembali mengeluhkan kondisi jalan utama desa yang rusak parah dan dinilai sangat tidak layak dilalui. Bertahun-tahun rusak, jalan tersebut hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah.
Pantauan di lapangan, badan jalan dipenuhi lumpur, kubangan air, serta bebatuan tajam yang membahayakan pengguna jalan. Saat musim hujan, jalan berubah seperti kubangan sawah. Sementara saat musim kemarau, batu-batu terjal membuat pengendara harus ekstra hati-hati.
“Kalau hujan turun, jalan ini seperti kubangan. Sangat susah dilalui dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Muhammad, warga setempat.
Menurut warga, kondisi tersebut sangat menghambat aktivitas masyarakat. Kendaraan roda dua maupun roda empat sering kesulitan melintas. Anak-anak sekolah, petani, pedagang, hingga warga yang hendak berobat harus berjibaku melewati jalan rusak setiap hari.
“Kalau musim hujan berlumpur, kalau musim kering seperti adu nyali karena batu-batu tajam dan terjal. Kami heran kenapa sampai sekarang belum diperbaiki,” kata Abdul.
Gampong Sido Mulyo memiliki sekitar 1.100 Kepala Keluarga (KK). Selain itu, desa ini juga memiliki fasilitas pendidikan yang cukup banyak, yakni 6 PAUD, 5 SD, 2 SMP, 1 SMA, dan 1 Dayah. Namun ironisnya, akses jalan menuju desa justru jauh dari kata layak.
Warga menilai kerusakan jalan ini seolah dibiarkan dan hanya menjadi bahan janji setiap lima tahun sekali saat Pemilu maupun Pilkada. Setelah pesta demokrasi usai, janji pembangunan disebut ikut menghilang.
“Setiap kampanye selalu janji jalan akan diperbaiki. Tapi setelah terpilih, kami kembali dilupakan,” ungkap Muhammad.
Masyarakat meminta Pemerintah Aceh Khusnya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan pihak terkait segera turun tangan, bukan sekadar datang melihat atau memberi janji baru. Warga menegaskan, mereka membutuhkan bukti nyata berupa perbaikan jalan agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan tidak terus terganggu.