4.655 Unit Huntara di Aceh Utara Belum Dialiri Listrik, Pemkab Minta Percepatan
ACEH UTARA — Sebanyak 4.655 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara hingga kini belum terpasang aliran listrik, sehingga belum dapat ditempati.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa, mengatakan hal tersebut usai pertemuan dengan perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) UP3 Lhokseumawe, Jumat (10/4/26).
Pertemuan itu membahas percepatan pemasangan listrik di lokasi huntara, mengingat hingga kini ribuan unit belum dapat difungsikan.
Dalam kesempatan tersebut, Ayahwa menegaskan bahwa persoalan listrik tidak hanya terkait pemasangan di huntara, tetapi juga menyangkut keterbatasan daya listrik di sejumlah wilayah terdampak banjir.
Ia menyebutkan, sejumlah kecamatan seperti Baktiya, Dewantara, dan Langkahan masih mengalami keluhan terkait lemahnya daya listrik di desa-desa terdampak.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap adanya percepatan dari pihak terkait agar aliran listrik segera tersedia, sehingga proses pemindahan penyintas banjir ke huntara dapat segera dilakukan.
Selain itu, Pemkab juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk segera mendistribusikan fasilitas pendukung di huntara, seperti kasur, kipas angin, dan kompor, agar hunian tersebut layak ditempati secara bertahap oleh masyarakat terdampak.[]

