Mahasiswa Pase Gelar Aksi Solidaritas, Soroti Dugaan Brutalitas Aparat dan Desak Pemulihan Pascabencana

Mahasiswa Pase Gelar Aksi Solidaritas, Soroti Dugaan Brutalitas Aparat dan Desak Pemulihan Pascabencana
Mahasiswa menggelar aksi solidaritas di Taman Riyadh, Lhokseumawe, menuntut penegakan HAM dan pemulihan pascabencana, Jumat (20/4/26). - Foto : Dok. Fajar

LHOKSEUMAWE — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pase menggelar aksi solidaritas dengan turun ke jalan, Jumat (20/4/26), menyoroti dugaan brutalitas aparat terhadap Andri Yunus serta berbagai persoalan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dinilai belum mendapat penyelesaian yang jelas.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai peristiwa yang menimpa Andri Yunus bukan sekadar insiden biasa, melainkan mencerminkan masih adanya praktik kekerasan yang terjadi di ruang sipil. Mereka juga menyoroti belum adanya langkah konkret dari negara dalam menuntaskan kasus tersebut.

Koordinator lapangan aksi, Fiqi Al, menyampaikan bahwa hingga kini proses hukum terhadap pelaku dinilai berjalan lambat dan belum menunjukkan kejelasan.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan lemahnya komitmen dalam penegakan hukum serta perlindungan terhadap hak-hak warga sipil. Ia menegaskan, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi dan supremasi hukum, khususnya di Aceh.

Selain menyoroti isu HAM, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk segera mempercepat pemulihan pascabencana ekologis di Aceh. Mereka menilai, hingga saat ini masih banyak masyarakat terdampak yang hidup dalam keterbatasan tanpa kepastian bantuan yang memadai.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

• Mengecam keras segala bentuk kekerasan dan brutalitas aparat terhadap warga sipil

• Mendesak pengusutan tuntas kasus Andri Yunus secara transparan, adil, dan tanpa intervensi

• Menuntut penegakan HAM sebagai prinsip utama dalam kehidupan bernegara

• Mendesak pemerintah untuk segera mempercepat pemulihan Aceh pascabencana ekologis secara menyeluruh dan berkeadilan

Aksi tersebut berlangsung dengan tertib sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus pengingat bahwa keadilan dan perlindungan terhadap hak warga negara harus menjadi prioritas.[]