Mahasiswa Soroti Jalan Matangkuli, LIMA Desak Pemkab Aceh Utara Bertindak
Aceh Utara — Lumbung Informasi Mahasiswa Matangkuli (LIMA) menyampaikan kritik terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terkait belum tertanganinya kerusakan Jalan Matangkuli yang dinilai kian memprihatinkan, Kamis (16/4/26).
Jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial. Namun hingga kini, kondisinya disebut masih rusak dan belum mendapat penanganan serius.
Ketua LIMA, Faddhal atau akrab disapa Agam, mengatakan persoalan ini bukan lagi sekadar kelalaian administratif, melainkan mencerminkan lemahnya prioritas pembangunan pemerintah daerah.
“Kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama, bahkan hampir lima tahun terakhir tidak ditangani secara serius. Ini bukan lagi soal janji, tetapi tanggung jawab yang belum dijalankan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat yang setiap hari harus melintasi jalan rusak dengan risiko keselamatan.
LIMA mendesak Bupati Aceh Utara agar segera mengambil langkah konkret, terukur, dan transparan dalam merealisasikan pembangunan Jalan Matangkuli.
Agam menegaskan, jika tidak ada langkah nyata dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan aksi sebagai bentuk kontrol sosial.
“Jika terus diabaikan, kami akan turun ke jalan. Ini bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap kondisi yang terjadi di tengah masyarakat,” tegasnya.
LIMA menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga adanya kejelasan dan realisasi pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mereka juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik dibangun melalui tindakan nyata, bukan sekadar wacana.[]

