Pulihkan Senyum Anak Pascabencana, Bunda PAUD Lhokseumawe Gelar Trauma Healing di Ujong Pacu

Pulihkan Senyum Anak Pascabencana, Bunda PAUD Lhokseumawe Gelar Trauma Healing di Ujong Pacu
Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, berinteraksi dengan anak-anak PAUD dalam kegiatan trauma healing di Gampong Ujong Pacu, Jumat (24/4/26). - Foto : Dok. Pemko Lhokseumawe.

Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Lhokseumawe menggelar kegiatan trauma healing di Gampong Ujong Pacu, Jumat (24/4/26).

Kegiatan tersebut dibuka Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, sebagai wujud komitmen pemerintah kota dalam memperkuat perlindungan anak, khususnya bagi mereka yang terdampak pascabencana.

Dalam sambutannya, Yulinda menegaskan pentingnya penanganan trauma anak secara komprehensif dan berkelanjutan.

“Trauma yang dialami anak perlu ditangani secara serius karena dapat berdampak terhadap perkembangan mental, emosional, dan sosial mereka. Oleh karena itu, trauma healing menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendampingan psikologis yang tepat akan membantu anak-anak kembali pulih dan tumbuh dalam lingkungan yang aman.

“Kita ingin memastikan anak-anak tidak hanya pulih, tetapi juga kembali memiliki rasa aman dan percaya diri. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Kegiatan ini turut melibatkan Forum Anak Lhokseumawe Kreatif (FALAK) sebagai upaya mendorong partisipasi anak dalam proses pemulihan dan perlindungan.

Peserta kegiatan merupakan anak-anak PAUD dari Gampong Ujong Pacu dan Cot Trieng, dua wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir yang terjadi tahun lalu di Kota Lhokseumawe.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Bunda PAUD berinteraksi langsung dengan anak-anak. Sejumlah anak diberi kesempatan untuk menyampaikan cerita dan pengalaman mereka sebagai bagian dari proses pemulihan emosional.

Suasana semakin cair ketika Yulinda mengajak anak-anak bergerak dan bermain bersama, menciptakan keceriaan yang membantu mereka merasa lebih rileks dan nyaman.

Kegiatan menghadirkan dua sesi utama, yakni psikoedukasi trauma pascabencana yang disampaikan Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, dibuka oleh Nofayana, ST, MAP, serta sesi praktik teknik relaksasi dan manajemen stres oleh konselor Addina Kamila, S.Psi dan Ahmad Reyhan, S.Psi.

Kepala DP3AP2KB Kota Lhokseumawe, Salahuddin, S.ST., M.S.M, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan layanan perlindungan anak berbasis wilayah terdampak.

“Kegiatan ini menyasar anak-anak dari wilayah yang terdampak cukup parah saat banjir tahun lalu di Kota Lhokseumawe. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan proses pemulihan psikologis anak berjalan optimal, sekaligus meningkatkan kapasitas pendamping di lapangan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Lhokseumawe mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, serta menegaskan bahwa perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sebagai generasi penerus bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DP3AP2KB Kota Lhokseumawe Ny. Nurhayati, S.Ag, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PPPKA) Susilawati, S.Pi, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Intan Sofia, SE., M.Kesos, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Yusmarliana, SKM, serta pengurus Bunda PAUD Kota Lhokseumawe.[]