Bukhari, Anak Kombatan GAM Kini Pimpin Komisi IV DPRK Aceh Utara

Bukhari, Anak Kombatan GAM Kini Pimpin Komisi IV DPRK Aceh Utara
Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara, Bukhari, SE merupakan anak kombatan GAM yang sukses menembus gedung dewan. - Foto : Dok. Ist

Perjalanan hidup Bukhari tak terpisahkan dari jejak konflik Aceh. Ia tumbuh dalam situasi sulit setelah kehilangan ayahnya, A Gani alias Ayah Leubeung, eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang gugur dalam pertempuran, hanya 23 hari setelah Aceh ditetapkan sebagai daerah Darurat Militer (DM). Saat itu, Bukhari masih duduk di bangku kelas I SMA.

Kehilangan sosok ayah membuat Bukhari harus memikul tanggung jawab besar dalam keluarga. Ia menjadi tulang punggung untuk menghidupi ibu dan dua saudaranya yang masih bersekolah. Sang ibu sehari-hari bekerja sebagai petani.

Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan langkahnya untuk melanjutkan pendidikan. Setelah menamatkan SMA, Bukhari melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh (Unimal). Untuk membiayai kuliah sekaligus membantu keluarga, ia bekerja serabutan.

“Setengah hari saya bekerja untuk biaya kuliah dan keluarga,” ujar Bukhari mengenang masa tersebut.

Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas, hingga Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM). Aktivitas ini menjadi bekal dalam membangun kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.

Usai menyelesaikan pendidikan, Bukhari memilih terjun ke dunia sosial. Ia aktif di Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA), organisasi yang mewadahi anak-anak korban konflik di Aceh. Melalui organisasi tersebut, ia turut memperluas jaringan hingga ke 19 kabupaten/kota.

JASA tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga sarana penyampaian aspirasi serta pengembangan kapasitas, seperti pelatihan kerja dan bimbingan teknis bagi anak-anak syuhada.

“Kami ingin anak-anak syuhada mendapatkan kesempatan yang sama,” katanya.

Selain itu, JASA rutin menggelar pertemuan tahunan untuk merumuskan rekomendasi kepada pemerintah, khususnya terkait upaya menjaga perdamaian dan implementasi butir-butir MoU Helsinki.

Berbekal pengalaman organisasi dan pemberdayaan masyarakat, Bukhari kemudian terjun ke dunia politik. Pada Pemilu 2024, ia maju sebagai calon legislatif dari Partai Aceh untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 6.

Dengan perolehan 4.427 suara, ia terpilih sebagai Anggota DPRK Aceh Utara periode 2024–2029.

Ia sempat dipercaya sebagai Ketua DPRK Aceh Utara sementara, sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara yang membidangi pembangunan.

“Dukungan masyarakat bukan hanya dalam bentuk suara, tetapi juga bantuan sarana kampanye,” ujarnya.

Dalam perjalanan kariernya, Bukhari juga pernah menjadi pendamping desa dalam Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Pendamping Desa (PD), hingga Koordinator Kecamatan (Korcam) Tanah Jambo Aye yang membina 47 desa.

Dalam kehidupan pribadi, Bukhari menikah dengan Hasrina Safitri, seorang guru di SD Negeri 7 Tanah Jambo Aye. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga anak perempuan.

Kini, sebagai wakil rakyat, Bukhari mengusung visi “Aceh Utara Bangkit” melalui penguatan sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah serta pembangunan berbasis masyarakat.[]