283 Sekolah di Aceh Utara Terpaksa Belajar Lesehan Akibat Dampak Banjir

283 Sekolah di Aceh Utara Terpaksa Belajar Lesehan Akibat Dampak Banjir
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil didampingi Plt Sekda Jamaluddin MPd dan Kepala Diskominfo Halidi MM memberikan penjelasan terkait penanganan banjir di Aceh Utara kepada jurnalis, Rabu (24/12/25). - Foto : Dok. Ist

ACEH UTARA – Sebanyak 283 sekolah dari jenjang pendidikan kesetaraan hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Aceh Utara terpaksa melaksanakan proses belajar mengajar secara lesehan di lantai pada hari pertama semester genap, Senin (5/1/26).

Kondisi tersebut disebabkan rusak atau hilangnya mobiler sekolah, seperti meja dan kursi, yang terendam banjir selama berhari-hari sejak bencana melanda pada 26 November 2025. Meski demikian, ruang-ruang kelas masih dapat dimanfaatkan setelah dilakukan pembersihan oleh pihak sekolah.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, MPd, menyebutkan pembelajaran secara lesehan terjadi hampir di seluruh jenjang pendidikan berdasarkan data kesiapan sekolah terbaru.

Pada jenjang pendidikan kesetaraan, tercatat empat sekolah masih menjalankan pembelajaran tanpa dukungan meja dan kursi. Sementara pada jenjang TK dan PAUD, sebanyak 92 sekolah terdampak dan terpaksa melaksanakan pembelajaran secara lesehan, mencerminkan besarnya dampak banjir terhadap sarana pendidikan anak usia dini.

Kondisi serupa juga terjadi pada jenjang Sekolah Dasar (SD), dengan 134 sekolah harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara lesehan. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.

Adapun pada jenjang SMP, tercatat 53 sekolah masih menjalankan proses pembelajaran dengan keterbatasan sarana mobiler akibat banjir.

“Proses pembelajaran tetap diupayakan berjalan agar hak pendidikan peserta didik tidak terhenti. Pembelajaran secara lesehan ini merupakan solusi sementara sambil menunggu pemulihan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya pengadaan kembali meja dan kursi yang rusak atau hanyut akibat banjir,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui instansi terkait terus melakukan pendataan serta koordinasi lintas sektor guna mempercepat pemulihan sarana pendidikan pascabencana.[]