LPLHa : 1000 Stek Durian Unggul Untuk Penghijauan di Paya Bakong

LPLHa : 1000 Stek Durian Unggul Untuk Penghijauan di Paya Bakong
Unit pengelola desa LPLHa, melakukan stek pohon durian unggul untuk penghijauan - Foto : LPLHa

ACEH UTARA  – Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (LPLHa), melakukan penguatan kapasitas masyarakat Gampong Peurupok, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. 

"Kita melakukan stek pohon durian unggulan sebanyak 1.000 pohon, yang sudah selesai 170 pohon, ini merupakan upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati" Kata Kepal Divisi (Kadiv) Data dan Informasi, LPLHa, Samsul Rizal 

Dijelaskan, durian yang distek merupakan varietas unggulan seperti musang king, bintan, dan jenis lokal pilihan yang memiliki keunggulan adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat serta rasa yang khas dan berpotensi tinggi secara ekonomis. Pemilihan jenis ini tidak hanya ditujukan untuk pelestarian keanekaragaman hayati, tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi lokal.

Menurut Samsul kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran kolektif antara tim LPLHa, Unit Pengelola Gampong, dan perwakilan masyarakat. 

Selain sebagai bagian dari program konservasi, kegiatan ini juga menjadi pilot project LPLHa dalam mendorong peningkatan kapasitas Unit Pengelola Gampong di tingkat desa.

Inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan penghijauan yang menyatu dengan visi besar pelestarian keanekaragaman hayati secara inklusif dan berbasis masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam upaya pelestarian. Dalam jangka panjang, kami berharap unit pengelola gampong ini dapat tumbuh secara kelembagaan dan individu, serta mandiri dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang tetap berpijak pada prinsip-prinsip keberlanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Samsul menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Aceh Utara.

“Ini adalah langkah penting dan komitmen bersama. Kami bekerja berdampingan dengan pemerintah, sektor swasta, unit pengelola gampong, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga dan mengelola kekayaan hayati Aceh Utara secara bertahap, terencana, dan sesuai standar kualitas terbaik,” tutupnya