Gelondongan Kayu Kembali Menumpuk di Sungai Parang IX, LIMA Minta Penanganan Serius
ACEH UTARA – Tumpukan gelondongan kayu kembali memenuhi aliran sungai di Gampong Parang IX, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena berpotensi menghambat arus sungai dan meningkatkan risiko banjir saat curah hujan tinggi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kayu-kayu berukuran besar maupun kecil terlihat menumpuk di sejumlah titik sepanjang aliran sungai. Fenomena ini disebut bukan kali pertama terjadi, melainkan telah berulang dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Umum Lumbung Informasi Mahasiswa Matangkuli (LIMA) periode 2025–2027, Faddhal atau yang akrab disapa Agam, menilai persoalan tersebut harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait.
“Fenomena penumpukan gelondongan kayu di Gampong Parang IX bukan lagi kejadian baru. Karena terus berulang, sudah seharusnya ada langkah konkret dan berkelanjutan dari pemerintah maupun instansi terkait untuk mengatasinya. Jangan sampai persoalan ini baru mendapat perhatian setelah menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” ujar Agam, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, selain mengganggu kelancaran aliran sungai, tumpukan gelondongan kayu juga berpotensi membahayakan infrastruktur di sekitar bantaran sungai. Bahkan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan warga apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Karena itu, LIMA mendorong pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan pembersihan material kayu yang menumpuk di sungai. Selain penanganan jangka pendek, diperlukan pula langkah pencegahan yang lebih komprehensif agar kejadian serupa tidak terus berulang.
LIMA menegaskan akan terus mengawal berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, termasuk isu lingkungan dan mitigasi bencana yang berpotensi mengancam keselamatan warga.
Menurut organisasi mahasiswa tersebut, penanganan yang cepat dan berkelanjutan sangat diperlukan agar aliran sungai kembali normal serta risiko banjir dapat diminimalkan, terutama saat memasuki musim hujan.[]

