Sambut Era Baru, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Siap Berbenah dan Bersinergi
Lhokseumawe – Seiring dengan transformasi besar yang tengah berlangsung di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah, semangat pembaruan dan perbaikan mulai terasa di berbagai lini, khususnya di tingkat fakultas. Para dekan yang baru dilantik pada Senin, 28 April 2025, kini menunjukkan langkah konkret dalam menyambut era baru tersebut, termasuk Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) yang kini dipimpin oleh Dr. Ruhama Wazna, M.A.
Dr. Ruhama, yang dikenal sebagai sosok yang komunikatif, ramah, dan visioner, langsung bergerak cepat untuk melakukan pembenahan internal. Salah satu fokus utamanya adalah mengoptimalkan kembali penggunaan gedung lama FUAD yang selama ini cenderung kurang dimanfaatkan. Bagi beliau, setiap ruang di fakultas adalah aset penting yang dapat menunjang aktivitas akademik maupun non-akademik mahasiswa.
“Gedung lama tidak boleh dibiarkan terbengkalai. Kita harus hidupkan kembali dengan semangat kolaborasi dan partisipasi mahasiswa,” ujar Dr. Ruhama dalam salah satu rapat koordinasi dengan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) FUAD.
Upaya ini disambut baik oleh mahasiswa. Kiflan, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUAD, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama seluruh Ormawa telah diberi mandat oleh Ibu Dekan untuk menghidupkan kembali gedung lama dengan cara menjadikannya sebagai sekretariat Ormawa serta ruang diskusi kolektif mahasiswa. Beberapa ruangan yang sebelumnya kosong kini telah dirapikan dan disiapkan untuk dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan mahasiswa yang lebih terstruktur.
“Dalam arahannya, Ibu Dekan menginginkan agar gedung lama menjadi rumah bersama mahasiswa FUAD. Tempat berkumpul, berdiskusi, menyusun program, dan merancang kegiatan. Ini tentu menjadi semangat baru bagi kami,” jelas Kiflan.
Selain pembenahan fisik, langkah-langkah strategis lain juga mulai dijalankan. Salah satu di antaranya adalah pembangunan musala di lingkungan FUAD. Kehadiran fasilitas ibadah ini menjadi bentuk nyata perhatian pimpinan fakultas terhadap kebutuhan spiritual dan kenyamanan ibadah mahasiswa dan civitas akademika.
“Musala ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga simbol bahwa penguatan nilai-nilai keislaman tetap menjadi ruh utama di tengah dinamika akademik. Kami mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar mahasiswa,” tambah Kiflan.
Langkah-langkah pembenahan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda fisik semata, melainkan bagian dari visi besar FUAD dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih hidup, humanis, dan berkarakter. Kolaborasi antara pimpinan fakultas dan mahasiswa menjadi kunci utama dalam membangun suasana kampus yang inklusif dan progresif.
“Setelah berbagai persiapan dan pembenahan yang kami lakukan bersama kawan-kawan Ormawa, kami siap menjalin kerja sama yang solid dan berkelanjutan dengan pimpinan fakultas. Ini semua demi mewujudkan visi besar kami, yaitu FUAD Hebat, FUAD Bermartabat,” tegas Kiflan di akhir wawancara.
Semangat perubahan yang diusung oleh Dr. Ruhama dan seluruh elemen fakultas menjadi bukti bahwa UIN Sultanah Nahrasiyah siap menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Dengan sinergi yang kuat antara pimpinan dan mahasiswa, FUAD bertekad menjadi salah satu fakultas unggulan yang tidak hanya mumpuni dalam akademik, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa Islam di Aceh dan kawasan sekitarnya.

