Menjelang Pra-PORA Bola Voli Aceh 2025 : PBVSI Lhokseumawe Kritik Pemrov Aceh

Menjelang Pra-PORA Bola Voli Aceh 2025 : PBVSI Lhokseumawe Kritik Pemrov Aceh
Sekretaris Umum PBVSI Lhokseumawe, Agustiar. - foto : Dok. Ist

LHOKSEUMAWE, (24/07/25) — Menjelang pelaksanaan Pra-PORA cabang olahraga bola voli di Aceh tahun 2025, muncul ketegangan dan kritik tajam dari PBVSI Kota Lhokseumawe terhadap Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Aceh.

Pengamat Olahraga Kota Lhokseumawe sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Umum PBVSI Lhokseumawe, Agustiar, menyatakan bahwa pihaknya hingga kini belum menerima Surat Keputusan (SK) resmi terkait pelaksanaan Pra-PORA, meskipun tim voli indoor dan voli pasir untuk putra-putri sudah terbentuk dan mulai menjalani pelatihan terpusat. Hal ini membuat PBVSI Lhokseumawe kebingungan dan merasa diperlakukan tidak adil, terutama karena kabarnya beberapa Pengcab lain sudah menerima SK tersebut.

Kekecewaan makin bertambah dengan penghapusan sistem wildcard untuk PORA 2026, yakni kebijakan otomatis bagi juara bertahan untuk langsung mengikuti PORA tanpa harus melalui Pra-PORA. Agustiar menjelaskan bahwa tim voli indoor putri Lhokseumawe yang meraih medali emas di PORA sebelumnya seharusnya dapat langsung lolos, namun karena wildcard dihapus, mereka harus tetap berlaga di Pra-PORA. Ia menyebut aturan ini semakin membingungkan dan tidak adil.

Sejumlah Pengurus Cabang (Pengcab) PBVSI dari berbagai kabupaten/kota bahkan telah melayangkan surat somasi ke KONI Aceh sebagai induk organisasi olahraga di daerah, untuk meminta klarifikasi dan penegakan transparansi. Surat ini menjadi tanda memuncaknya krisis kepercayaan antara struktur PBVSI Aceh di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Dalam situasi ini, PBVSI Lhokseumawe melalui Agustiar bahkan mengusulkan agar KONI Aceh mengambil alih pelaksanaan Pra-PORA cabang bola voli demi menjaga kredibilitas dan perkembangan olahraga voli di Aceh. KONI Aceh belum memberikan respons resmi sampai saat ini, namun publik olahraga dan media terus mengawasi perkembangan situasi ini, mengingat agenda Pra-PORA semakin dekat.