Ratusan Korban Banjir Dirawat di RSU Cut Meutia Aceh Utara, Didominasi Luka & Penyakit Pascabencana

Ratusan Korban Banjir Dirawat di RSU Cut Meutia Aceh Utara, Didominasi Luka & Penyakit Pascabencana
Humas RSU Cut Meutia Aceh Utara Harry Laksamana mengunjungi pasien korban banjir asal Kecamatan Langkahan kabupaten setempat. - Foto : Dok. Ist

ACEH UTARA – Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Aceh Utara telah menangani ratusan korban banjir sejak bencana melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 hingga Minggu (7/12/25). Sebagian besar pasien merupakan warga dari kawasan terdampak dan pengungsian.

Humas RSU Cut Meutia, dr Harry Laksamana, Minggu (7/12/25), menyampaikan bahwa dari total pasien yang dirawat, sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing ataupun kembali ke tempat pengungsian dan rumah keluarga.

“Sejak 26 November sampai kemarin, total ada 158 orang yang dirawat. Sebagian sudah pulang ke rumah atau ke rumah saudara karena beberapa dari mereka datang dari pengungsian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jenis penyakit dan cedera yang dialami para korban cukup beragam, mulai dari luka robek, luka tusuk di bagian kaki, demam, gangguan pencernaan, batuk, hingga sakit tenggorokan. Selain itu, terdapat pula pasien yang mengalami cedera kepala akibat terbentur benda keras saat terseret arus banjir.

“Jenis luka dan penyakitnya bermacam-macam. Ada juga yang mengalami cedera kepala karena terbentur saat terbawa banjir,” tambahnya.

Terkait ketersediaan ruangan, dr Harry memastikan seluruh pasien korban banjir tetap mendapatkan perawatan sesuai kapasitas tempat tidur rumah sakit. Tidak ada ruang khusus untuk korban banjir, sehingga pasien dirawat bersama pasien lain sesuai diagnosis masing-masing.

“Pasien gabung dengan pasien lain sesuai dengan diagnosanya, dan disesuaikan dengan jumlah bed yang tersedia di RS,” jelasnya.

Hingga kini, RSU Cut Meutia tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien, mengingat proses evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh Utara.[]