Hari ke-27 Pascabanjir, 68.424 Warga Aceh Utara Masih Mengungsi di 210 Titik, Korban Meninggal Bertambah

Hari ke-27 Pascabanjir, 68.424 Warga Aceh Utara Masih Mengungsi di 210 Titik, Korban Meninggal Bertambah
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa bersama tim gabungan meninjau kondisi kerusakan ekses banjir bandang. - Foto : Dok. Pemkab aceh Utara

Aceh Utara — Memasuki hari ke-27 pascabanjir, Selasa (23/12/25), sebanyak 68.424 warga Aceh Utara masih bertahan di pengungsian yang tersebar di 210 titik lokasi. Jumlah tersebut berasal dari 19.254 kepala keluarga (KK).

Data ini menunjukkan penurunan dibandingkan sehari sebelumnya, yakni 69.115 jiwa dari 19.514 KK yang tersebar di 218 titik pengungsian.

Sementara itu, total warga yang terdampak sejak banjir besar melanda Aceh Utara pada 26 November 2025 tercatat mencapai 124.536 KK dengan jumlah 433.087 jiwa.

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE, MM, yang akrab disapa Ayahwa, mengatakan banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga memaksa sebagian warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

“Selain warga terdampak, banjir juga memaksa sebagian masyarakat untuk meninggalkan tempat tinggal mereka,” ujar Ayahwa, Selasa (23/12/2025).

Hingga saat ini, kata Ayahwa, masih ada puluhan ribu warga yang mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat genangan air yang belum sepenuhnya surut di sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas umum.

“Sampai hari ini masih terdapat 68.424 jiwa yang mengungsi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak banjir tidak hanya menimbulkan kerusakan materi, tetapi juga menelan korban jiwa. Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 190 orang, meningkat dari sebelumnya 183 orang. Selain itu, enam orang dilaporkan hilang dan 2.127 orang mengalami luka-luka.

Dalam penanganan bencana ini, kelompok rentan menjadi perhatian khusus pemerintah. Tercatat sebanyak 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, serta 513 penyandang disabilitas termasuk dalam kelompok terdampak langsung.

“Hingga saat ini, upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh pihak terkait dengan fokus pada evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pelayanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan,” kata Ayahwa.

Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berisiko di sejumlah wilayah Aceh Utara.[]