Bersama Walikota Kota Lhokseumawe Bank Indonesia Luncurkan SERAMBI 2025 ; Tukar Uang di Mulai, Catat Lokasinya
LHOKSEUMAWE – Bank Indonesia (BI) perwakilan Lhokseumawe, resmi meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2025.
Peresmian dilakukan Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto bersama Walikota Lhokseumawe Sayuti Abubakar di Kantor Bank Indonesia, Lhokseumawe, Rabu (5/3/25).
Prabu Dewanto mengatakan SERAMBI 2025 bertujuan memenuhi kebutuhan uang tunai, memberikan layanan penukaran uang serta edukasi mengenai rupiah.
Untuk memastikan ketersediaan uang baru yang layak edar bagi masyarakat tahun ini Bank Indonesia menyiapkan dana sebesar Rp 2,2 triliun.
BI menyediakan 31 titik layanan penukaran uang di Lhokseumawe dan Aceh Utara yaitu 25 titik di bank, 6 titik di masjid, serta 1 titik layanan tematik diKantor Perwakilan BI Lhokseumawe.
6 titik di maksud yaitu di halaman Museum Kota Lhokseumawe 19 Maret 2025, Masjid Baiturahman Lhokseumawe, 10 dan 12 Maret 2025, Masjid Al Atqa Pasar Lhokseumawe 11 Maret 2025, Masjid Al Hikmah Cunda Lhokseumawe 12 dan 13 Maret 2025, dan Masjid Islamic Center Lhokseumawe 6 dan 13 Maret 2025.
Sedangkan di Aceh Utara penukaran uang bisa dilakukan di halaman Masjid Bujang Salim Pasar Krueng Geukuh 6 dan 11 Maret 2025 dan Masjid Baiturahim Pasar Lhoksukon 10 Maret 2025.
"Masing-masing warga hanya boleh menukarkan uang pecahan baru sebesar Rp 4,3 juta" Pesan Prabu.
Tahun ini, layanan penukaran uang Rupiah hanya bisa dilakukan melalui aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) dengan harapan dapat meningkatkan kepastian layanan dan mengurangi antrian di lokasi penukaran untuk kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat.
“Silakan akses alamat https://pintar.bi.go.id. Bisa dipesan sesuai jadwal yang diinginkan di aplikasi itu,” terangnya.
Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, mengapresiasi gerak cepat Bank Indonesia dalam layanan penukaran uang baru di Aceh.
'Kebutuhan uang tunai meningkat signifikan pada masa Ramadan dan Idul Fitri, transaksi ekonomi juga meningkat sejalan dengan tradisi masyarakat dalam berbagi dan bersilaturahmi momentum ini menjadi langkah strategis dalam menjamin ketersediaan uang tunai bagi masyarakat" Ungkap Sayuti
Disebutkan, sinergi antara Bank Indonesia dan berbagai stakeholder menjadi faktor kunci dalam memastikan distribusi uang rupiah yang merata.
Sayuti juga berharap agar Bank Indonesia dapat memberikan saran dan dukungan kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi apalagi Bank Indonesia termasuk dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD). Sinergisitas yang terjalin ini diharapkan dapat semakin memperkuat kebijakan dan strategi dalam menjaga stabilitas ekonomi serta pengendalian inflasi di Kota Lhokseumawe.
Sayuti juga berharap Bank Indonesia mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
" Salah satu fokus kami yang mendesak adalah masalah sampah, mohon kontribusinya agar kita bisa wujudkan kota yang bersih dan nyaman secara bersama-sama" Pungkasnya.

