Angin Kencang Kembali Terjang Langkahan, Kerusakan Huntara Penyintas Banjir Bertambah
ACEH UTARA – Angin kencang yang kembali melanda Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (4/6/26), menyebabkan kerusakan hunian sementara (Huntara) bagi penyintas banjir terus bertambah.
Selain merusak sejumlah Huntara, cuaca ekstrem tersebut juga mengakibatkan pemadaman listrik di kawasan terdampak sehingga menyulitkan proses pendataan yang dilakukan petugas di lapangan.
Camat Langkahan, T Reza Ichwan, mengatakan hingga Kamis sore pihaknya masih melakukan pendataan terhadap Huntara yang kembali terdampak angin kencang. Menurutnya, jumlah kerusakan dipastikan bertambah dibandingkan data sebelumnya.
Namun demikian, pemerintah kecamatan belum dapat memastikan total keseluruhan Huntara yang rusak karena proses pendataan masih berlangsung.
“Pendataan masih terus dilakukan. Angin kencang kembali terjadi dan menyebabkan kerusakan tambahan pada sejumlah Huntara. Selain itu, listrik juga padam sehingga menyulitkan petugas di lapangan melakukan pendataan,” ujar Reza Ichwan.
Berdasarkan data sementara, kerusakan tambahan terjadi pada satu unit Huntara program insitu di Gampong Geudumbak. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di kawasan Huntara Dusun Leubok Meuku, Gampong Buket Linteung.
Proses pendataan di lapangan turut terkendala kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir besar yang melanda Langkahan pada November 2025 lalu. Sejumlah ruas jalan yang rusak hingga kini belum diperbaiki sehingga menyulitkan mobilitas petugas, terutama saat hujan turun dan jalan menjadi licin.
Sebanyak 58 Huntara Sebelumnya Rusak
Sebelumnya, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, sebanyak 58 unit Huntara mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa (2/6/26) sore.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Fauzan, menjelaskan kerusakan tersebar di beberapa lokasi.
Di Gampong Rumoh Rayeuk, kawasan Huntara bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 36 unit terdampak. Dari jumlah tersebut, 11 unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.
Sementara di Gampong Langkahan, lima unit Huntara bantuan BNPB mengalami rusak ringan.
Kerusakan cukup parah juga terjadi di Dusun Leubok Meuku, Gampong Buket Linteung. Sebanyak tujuh unit Huntara bantuan Kementerian Pekerjaan Umum serta satu unit musala mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang.
Sedangkan di Gampong Geudumbak, dari 10 unit Huntara program insitu yang dibangun di lokasi asal rumah penyintas, empat unit mengalami rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan.
Dengan adanya cuaca buruk yang kembali terjadi pada Kamis sore, jumlah Huntara yang rusak diperkirakan bertambah setelah proses verifikasi dan pendataan selesai dilakukan.
Kondisi tersebut kembali menambah beban para penyintas banjir yang hingga kini masih tinggal di Huntara sambil menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap). Sebagian warga yang tempat tinggal sementaranya mengalami kerusakan berat terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun lokasi yang lebih aman.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga berharap proses rehabilitasi Huntara dapat segera dilakukan agar mereka dapat kembali menempati hunian yang layak.
Sementara itu, Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal Zakaria Ali, memastikan seluruh Huntara yang mengalami kerusakan akan diperbaiki oleh kementerian dan lembaga yang membangunnya.
Proses rehabilitasi dijadwalkan mulai dilakukan pada Jumat (5/6/26) dengan target penyelesaian dalam waktu tujuh hari. Pemerintah daerah bersama BPBD, BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, serta instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama proses perbaikan berlangsung.[]

