Dr. Rizqi Wahyudi Tekankan Etika Informasi Publik dalam Pembinaan BKM Digital
Lhokseumawe – Etika dalam penyampaian informasi publik menjadi perhatian utama dalam kegiatan Pembinaan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Berbasis Digital dan Website yang digelar Dinas Syari’at Islam Kabupaten Aceh Utara di Wisma Kuta Karang Lama, Lhokseumawe, Senin, 15/12/25).
Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Rizqi Wahyudi, S.Sos.I., M.Kom.I, dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, yang hadir sebagai pemateri pada sesi pembinaan pengelolaan informasi masjid berbasis digital.
Dalam pemaparannya, Dr. Rizqi menegaskan bahwa pengelolaan website dan media digital masjid harus berlandaskan prinsip etika, akurasi, dan tanggung jawab kepada publik.
Menurutnya, masjid sebagai lembaga keumatan memiliki posisi strategis dalam membentuk opini dan pemahaman masyarakat.
“Informasi yang disampaikan masjid harus benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kesalahan informasi di ruang digital bisa menimbulkan kesalahpahaman bahkan konflik di tengah masyarakat,” ujar Rizqi Wahyudi.
Ia menjelaskan, etika penyampaian informasi publik mencakup kejelasan sumber, kehati-hatian dalam memilih bahasa, serta pemisahan yang tegas antara informasi faktual, opini, dan kepentingan tertentu. Hal tersebut penting agar masjid tetap menjadi rujukan umat yang dipercaya.
Selain itu, Dr. Rizqi juga mendorong pengurus BKM untuk menjadikan website masjid sebagai media dakwah yang santun, edukatif, dan menyejukkan, sejalan dengan nilai-nilai syari’at Islam dan kearifan lokal Aceh.
“Masjid harus hadir sebagai penyejuk di ruang digital, bukan sebaliknya. Dakwah melalui website dan media sosial perlu mengedepankan adab, hikmah, dan kemaslahatan umat,” katanya.
Melalui materi ini, peserta diharapkan mampu mengelola informasi masjid secara profesional dan beretika, sehingga pemanfaatan teknologi digital benar-benar mendukung pelayanan umat dan penguatan peran masjid di Aceh Utara.[]

