DSI Aceh Utara Dorong Masjid Go-Digital Lewat Pembinaan BKM

DSI Aceh Utara Dorong Masjid Go-Digital Lewat Pembinaan BKM
Dinas Syari’at Islam (DSI) Kabupaten Aceh Utara menggelar Pembinaan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Berbasis Digital dan Website di Wisma Kuta Karang Lama, Lhokseumawe, Senin (15/12/25). - Foto : Dok. Penulis

Lhokseumawe – Dinas Syari’at Islam (DSI) Kabupaten Aceh Utara menggelar Pembinaan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Berbasis Digital dan Website di Wisma Kuta Karang Lama, Lhokseumawe, Senin (15/12/25). 

Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Masjid Go-Digital: Pemanfaatan Website untuk Layanan Umat dan Dakwah Menuju Aceh Utara Bangkit” dan berlangsung hingga Rabu (17/12/25).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Aceh Utara, Dr. Fauzan, S.STP., M.P.A, mewakili Bupati Aceh Utara. Pembinaan ini diikuti pengurus Badan Kesejahteraan Masjid dari sejumlah masjid besar di Aceh Utara.

Masjid peserta antara lain Masjid Agung Baiturrahim, Masjid Raya Pase, Masjid Besar Rajang Salim, Masjid Besar Sultan Malikussaleh, Masjid Besar Darul Ulya, Masjid Besar Al-Aqsha, Masjid Besar Al-Anshar, Masjid Besar Mideun Syuhada, Masjid Besar An-Nur, Masjid Besar Baitut Taqwa, Masjid Besar Al-Khalifah Ibrahim, Masjid Besar Taqarrub, Masjid Besar Baiturridha, serta Masjid Besar Baiturrahim Abu/Alu Keumala.

Dalam sambutannya, Dr. Fauzan menegaskan pentingnya transformasi pengelolaan masjid di era digital. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan umat yang harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Pemanfaatan website dan teknologi digital menjadi kebutuhan untuk meningkatkan transparansi pengelolaan masjid, memperluas jangkauan dakwah, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” ujar Fauzan.

Sementara itu, Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh Utara, Hadaini, S.Sos, mengatakan pembinaan ini merupakan upaya mendorong profesionalisme pengurus BKM dalam pengelolaan masjid.

Menurut Hadaini, website masjid dapat dimanfaatkan sebagai media informasi keumatan, publikasi kegiatan, laporan pengelolaan, sekaligus sarana dakwah yang dapat diakses masyarakat luas.

“Masjid diharapkan tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga hadir di ruang digital, sehingga perannya sebagai pusat pembinaan umat semakin kuat,” kata Hadaini.

Ia berharap, melalui pembinaan ini, pengurus BKM mampu menerapkan pengelolaan masjid berbasis digital secara berkelanjutan guna mendukung terwujudnya Aceh Utara Bangkit.[]