Usung Sistem Digital, Ranking 1 CBP Championship 2026 Saring 10 Finalis Terbaik

Usung Sistem Digital, Ranking 1 CBP Championship 2026 Saring 10 Finalis Terbaik
Peserta dan panitia Lomba Ranking 1 CBP Championship 2026 berfoto bersama usai pembukaan kegiatan di Lhokseumawe. - Foto : Dok. Ist

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 91 pelajar tingkat SMA/sederajat dari berbagai sekolah di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara mengikuti Lomba Ranking 1 dalam rangkaian CBP Championship 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang edukasi sekaligus kompetisi untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe, Prabu Dewanto. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk berkompetisi secara sportif serta memanfaatkan ajang tersebut sebagai sarana memperluas pemahaman mengenai Rupiah.

“Semoga seluruh peserta dapat bersaing secara sehat dan saling mendukung satu sama lain. Kami juga berharap para peserta dapat menjadi agen muda yang turut mengajak masyarakat untuk mencintai, bangga, dan memahami Rupiah,” kata Prabu Dewanto.

Perlombaan berlangsung dalam beberapa tahapan penyisihan. Pada putaran pertama, sebanyak 50 peserta berhasil melaju ke babak berikutnya. Selanjutnya, pada putaran kedua jumlah peserta mengerucut menjadi 25 orang.

Pada putaran ketiga, peserta kembali mengikuti seleksi untuk menentukan 10 peserta terbaik yang berhak tampil di babak final. Kesepuluh finalis tersebut dijadwalkan kembali bertanding pada Senin mendatang dalam kegiatan Festival Karya Rupiah yang akan digelar di GOR SMAN Modal Bangsa Arun.

Pada babak final nanti, para peserta akan memperebutkan posisi juara satu hingga juara lima.

Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Bank Indonesia Lhokseumawe menjelaskan, lomba Ranking 1 tahun ini mengusung konsep berbeda dibandingkan perlombaan sejenis pada umumnya. Seluruh proses kompetisi dilaksanakan menggunakan sistem digital, sehingga peserta menjawab setiap pertanyaan melalui perangkat yang telah disiapkan panitia.

Menurutnya, penggunaan sistem digital membuat proses penilaian berlangsung lebih cepat dan akurat. Selain itu, sistem tersebut juga menghadirkan pengalaman kompetisi yang lebih interaktif bagi para peserta.

Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia berharap generasi muda semakin memahami fungsi dan peran Rupiah, serta mampu menjadi duta edukasi yang menyebarluaskan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di lingkungan sekolah maupun masyarakat.[]