Bendera Bintang Bulan, Bendera Putih, dan Poster UN Warnai Aksi GRAB Desak Penetapan Bencana Nasional
Aceh Utara — Aksi damai solidaritas untuk kemanusiaan yang digelar di Kabupaten Aceh Utara, Kamis (25/12/25) sore, diwarnai pengibaran Bendera Bintang Bulan, bendera putih, serta poster bergambar logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/United Nations/UN).
Aksi yang berlangsung di depan Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, tersebut digelar untuk mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar menetapkan bencana banjir Aceh–Sumatera sebagai bencana nasional.
Massa aksi berasal dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Aceh Utara yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GRAB).
Di lokasi aksi, sejumlah peserta tampak berdiri di atas mobil komando sambil mengibarkan bendera putih polos yang dimaknai sebagai simbol duka, keprihatinan, serta permohonan pertolongan bagi masyarakat Aceh dan Sumatera yang terdampak banjir.
Bendera putih tersebut dikibarkan berdampingan dengan Bendera Bintang Bulan, yang oleh peserta aksi dimaknai sebagai pesan damai dan kemanusiaan.
Selain itu, beberapa pendemo juga membawa poster bergambar logo United Nations (UN) disertai pesan berbahasa Inggris yang menyerukan perhatian dan dukungan internasional terhadap krisis kemanusiaan akibat bencana banjir.
Poster tersebut menjadi simbol harapan agar lembaga internasional turut memantau kondisi di lapangan serta mendorong percepatan bantuan kemanusiaan bagi wilayah terdampak.
Sejumlah orator menyampaikan orasi dari atas mobil komando, sementara massa di sekitarnya mengangkat bendera putih dan poster UN secara tertib. Spanduk besar berisi tuntutan penetapan status bencana nasional juga terbentang di sisi kendaraan aksi.
Koordinator aksi menegaskan bahwa pengibaran bendera putih dan atribut UN tidak dimaksudkan sebagai simbol politik internasional, melainkan sebagai panggilan nurani global.
“Kami ingin dunia mengetahui bahwa masyarakat Aceh sedang menghadapi kondisi darurat kemanusiaan. Ini adalah seruan empati, bukan provokasi,” ujar salah seorang peserta aksi.
Aksi damai tersebut dikawal aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Aksi dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan konvoi massa dari kawasan Nibong menuju Landing, Kecamatan Lhoksukon, dan berpusat di depan Kantor Bupati Aceh Utara. Sementara sebagian peserta aksi lainnya datang dari arah Pantonlabu, Lhoksukon, dan wilayah sekitarnya.[]

