Mahasiswa Pase Desak Penyelesaian Uang Atlet PON, Wali Kota dan Ketua DPRK Tandatangani Petisi

Mahasiswa Pase Desak Penyelesaian Uang Atlet PON, Wali Kota dan Ketua DPRK Tandatangani Petisi
Walikota Lhokseumawe (kiri) KetuA DPRK Lhokseumawe (kanan) menandatangani petisi aksi. - foto : dok.Ist

LHOKSEUMAWE – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pase menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRK Kota Lhokseumawe, Senin (1/9/25). Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai kampus bersama sejumlah elemen masyarakat yang menyuarakan keresahan terkait berbagai persoalan daerah.

Salah satu isu utama yang mereka soroti adalah belum dibayarkannya hak para atlet yang telah mengharumkan nama Aceh di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Hingga kini, menurut peserta aksi, Pemerintah Aceh belum juga menyelesaikan kewajiban pembayaran uang pembinaan atlet, meski telah berulang kali didesak.

Dalam orasinya, para mahasiswa menilai keterlambatan pembayaran ini bukan hanya merugikan atlet secara materi, tetapi juga mencederai penghargaan bagi mereka yang telah berjuang membawa nama daerah. “Atlet sudah berkorban tenaga dan waktu untuk Aceh. Seharusnya hak mereka tidak diabaikan,” tegas salah satu orator aksi.

Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Lhokseumawe dan Ketua DPRK turut menandatangani petisi yang diserahkan oleh massa aksi. Penandatanganan tersebut dinilai sebagai komitmen moral pemerintah daerah untuk mengawal aspirasi mahasiswa dan masyarakat kepada Pemerintah Aceh agar hak atlet segera diselesaikan.

Aksi yang berlangsung damai ini ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap. Massa menegaskan, apabila dalam waktu dekat persoalan ini tidak ditindaklanjuti, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar.