Sekolah Segera Dibuka, Aceh Utara Kekurangan Ribuan Perlengkapan Belajar

Sekolah Segera Dibuka, Aceh Utara Kekurangan Ribuan Perlengkapan Belajar
Gedung SDN 12 Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (24/12/2025). Sekolah di Aceh Utara kekurangan perlengkapan belajar. - Foto : Dok. Ist

Aceh Utara — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersiap memulai kembali proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pascabanjir yang direncanakan mulai berlangsung pada 5 Januari 2026 mendatang. Namun, keterbatasan sarana dan perlengkapan belajar masih menjadi kendala serius di daerah yang terdampak banjir terparah tersebut.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, kebutuhan perlengkapan belajar untuk murid PAUD mencapai 6.403 paket, siswa SD sebanyak 39.813 paket, SMP 14.664 paket, serta sekolah kesetaraan sebanyak 256 paket. Sementara itu, sebanyak 42.871 pelajar tercatat masih mengungsi akibat bencana banjir, dan 7.628 guru turut terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, Rabu (24/12/2025), menyampaikan bahwa tim dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh saat ini sedang melakukan survei untuk pendirian sekolah darurat berupa tenda.

“Ada 589 sekolah terdampak banjir dengan jumlah pelajar terdampak mencapai 62.856 orang. Untuk mendukung proses belajar mengajar darurat, kami membutuhkan sekitar 123 tenda sekolah,” ujar Jamaluddin yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara.

Ia menambahkan, hingga saat ini ketersediaan perlengkapan belajar masih sangat terbatas. “Baru tersedia sekitar 900 paket perlengkapan sekolah. Untuk tambahan tenda sekolah darurat dan paket perlengkapan belajar lainnya sudah kita ajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen),” katanya.

Selain itu, pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak banjir saat ini terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat serta para guru. Jamaluddin menyebutkan, selama masa darurat, proses belajar mengajar akan menggunakan kurikulum darurat.

“Sesuai instruksi Bupati Aceh Utara, per 5 Januari 2026 kegiatan belajar mengajar darurat mulai dilaksanakan hingga 26 Januari 2026. Kita berharap bantuan untuk kebutuhan sekolah segera terpenuhi, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah serta sarana pendukung lainnya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir besar melanda 18 kabupaten/kota di Aceh sejak 26 November 2025. Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Bencana tersebut menyebabkan ratusan warga meninggal dunia, ribuan rumah rusak, serta melumpuhkan berbagai fasilitas umum.[]