Bupati Ayahwa Desak BNPB Percepat Penanganan Pengungsi Banjir Aceh Utara
Aceh Utara — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengeksekusi penanganan pengungsi korban banjir di wilayahnya. Ia menegaskan, data rumah warga terdampak sudah lengkap dan siap ditindaklanjuti.
“Data rumah sudah ada, by name by address. Kapan kita eksekusi ini? Rakyat kita butuh kepastian. Dalam sepekan ini pengungsi harus sudah mendapatkan tenda,” kata Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayahwa, dalam rapat bersama BNPB, Senin (22/12/25).
Ayahwa menyebutkan, kebutuhan tenda keluarga bagi para pengungsi sangat mendesak. Menurutnya, jumlah tenda yang tersedia saat ini jauh dari cukup untuk menampung ribuan kepala keluarga terdampak.
“Kita butuh bukan 200 tenda, tapi ribuan tenda. Kalau hanya 200 yang dibagikan, bisa menimbulkan konflik antar pengungsi. Jangan sampai sudah tertimpa musibah, malah terjadi ribut sesama warga,” ujarnya.
Selain tenda, Ayahwa juga menyoroti belum jelasnya jadwal pembangunan hunian sementara bagi korban banjir. Ia mengusulkan agar mekanisme pembangunan hunian sementara disusun secara terstruktur agar prosesnya bisa dipercepat.
Ia menegaskan, jika pembangunan hunian sementara masih membutuhkan waktu lama, maka pengiriman tenda keluarga harus segera dilakukan dalam waktu dekat agar pengungsi dapat tinggal per kepala keluarga. Namun, apabila hunian sementara atau hunian tetap dapat dibangun dalam waktu dekat, maka pengadaan tenda tidak lagi diperlukan.
“Termasuk pengungsi yang memilih tidak tinggal di hunian sementara. Itu harus didata dengan jelas. Bantuan uang sewa rumah Rp600 ribu per kepala keluarga itu kapan dibayarkan? Semua ini perlu jawaban agar bisa kita sampaikan secara jelas kepada masyarakat,” katanya.
Ayahwa menambahkan, seluruh kondisi dan fakta lapangan tersebut telah disampaikan langsung kepada Kepala BNPB Letjen TNI Suhartoyo. Ia berharap dukungan penuh dari BNPB agar persoalan pengungsi dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Semoga dalam sepekan ke depan persoalan ini bisa tuntas. Kami sangat berharap dukungan BNPB,” ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Herman Hidayat menyatakan bahwa seluruh hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Utara akan segera dilaporkan kepada pimpinan BNPB untuk ditindaklanjuti.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir besar merendam 18 kabupaten/kota di Aceh sejak 26 November 2025. Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu wilayah terparah terdampak, dengan ratusan korban jiwa, ribuan rumah rusak, serta lumpuhnya berbagai fasilitas umum.[]

