Kurangi Limbah Plastik di Keude Bayu Mahasiswa UNIMAL Gelar Pelatihan Hidroponik

Kurangi Limbah Plastik di Keude Bayu Mahasiswa UNIMAL Gelar Pelatihan Hidroponik
Mahasiswa Mempraktikkan Teknik Pertanian Hidroponik Kepada Masyarakat Keude Bayu - Foto : Muhaymin

ACEH UTARA - Kelompok 40 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh menggelar pelatihan hidroponik di Desa Keude Bayu dengan tema "Membangun Kemandirian Pangan Melalui Hidroponik: Cerdas, Inovatif, dan Berkelanjutan". Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang teknik pertanian modern yang dapat diterapkan di daerah dengan keterbatasan lahan, seperti yang dialami oleh desa ini, yang mayoritas wilayahnya merupakan kawasan pertokoan.

Pelatihan ini juga mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, sekaligus memperkenalkan metode hidroponik yang dapat membantu masyarakat mengoptimalkan ruang terbatas dan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Melalui teknologi hidroponik, diharapkan masyarakat Keude Bayu dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Geuchik Desa Keude Bayu Basir Abdullah, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas inisiatif yang diberikan oleh mahasiswa Universitas Malikussaleh.

"Pelatihan hidroponik merupakan langkah inovatif yang dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru," ujarnya.

Sementara itu, Annisa, salah seorang mahasiswa dari Program Studi Agroekoteknologi, juga menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan mendorong masyarakat untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap pengetahuan yang kami bagikan dapat mendukung kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat desa," tambahnya.

Pelatihan ini terdiri dari dua sesi utama: pertama, pemaparan materi teoritis mengenai prinsip dasar hidroponik, seperti teknik pengelolaan nutrisi tanaman dan efisiensi penggunaan air.

Pada sesi kedua, peserta diajarkan cara membuat instalasi hidroponik sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti botol plastik bekas, untuk mengurangi limbah plastik sekaligus menciptakan media tanam yang ramah lingkungan.

Antusiasme peserta sangat terlihat dalam setiap sesi pelatihan. Mereka aktif bertanya dan mencoba langsung teknik yang diajarkan. Dengan metode yang mudah dipahami dan praktis, diharapkan masyarakat Desa Keude Bayu dapat segera memulai budidaya hidroponik secara mandiri.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Desa Keude Bayu dalam mengadopsi pertanian modern yang berorientasi pada keberlanjutan. Selain itu, pelatihan ini juga berpotensi membuka peluang usaha baru yang dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Kelompok 40 KKN Universitas Malikussaleh berharap Desa Keude Bayu menjadi contoh bagi desa lainnya dalam penerapan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.