Warisan Spiritualitas Aceh: 44 Santri Dayah Kafilul Yatim Mulai Latihan Zikir Maulid
PIRAK TIMU , ACEH UTARA — Sebanyak 44 santri Dayah Kafilul Yatim yang terletak di Gampong Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, mulai mengikuti latihan perdana zikir maulid pada malam Jumat (24/07/25). Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya persiapan menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang penuh makna dan kecintaan bagi umat Islam di Aceh.
Latihan tersebut dipusatkan di halaman musalla dayah di bawah bimbingan langsung oleh TGK Edi Sabana, di irigi dengan lantunan sholawat nabi dan syair” Aceh. Suasana penuh kekhusyukan dan semangat cinta Rasul menyelimuti seluruh sudut dayah, saat lantunan zikir bergema dengan kompak.
Zikir Maulid di Aceh bukanlah sekadar kegiatan seremonial, melainkan warisan budaya religius yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Tradisi ini erat kaitannya dengan penyebaran Islam oleh para ulama terdahulu, yang memadukan syair-syair pujian kepada Rasulullah SAW dengan lantunan irama khas Melayu-Aceh. Dalam tradisi Aceh, zikir maulid dibacakan secara berkelompok dengan posisi duduk bersaf.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, zikir maulid juga berfungsi sebagai sarana pendidikan spiritual, penanaman nilai-nilai akhlak mulia, serta mempererat ukhuwah antar sesama umat Islam.
Dayah Kafilul Yatim merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang konsisten membina anak-anak yatim dan generasi muda. Berdiri di Gampong Alue Bungkoh, dayah ini dipimpin oleh Tgk. H. Fakhrurrazi, M.Pd., yang dikenal luas karena dedikasinya dalam mengembangkan pendidikan dayah yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Aceh.
Dengan pendekatan yang disiplin dan penuh kasih sayang, Dayah Kafilul Yatim tidak hanya fokus pada pengajaran kitab kuning dan ilmu agama, tetapi juga menghidupkan tradisi-tradisi Islam yang menjadi identitas masyarakat Aceh, salah satunya adalah zikir maulid.
Tgk. Fakhrurrazi menyampaikan bahwa latihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, namun merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW.
“Zikir maulid adalah warisan Aceh yang tidak boleh padam. Lewat kegiatan ini, kami menanamkan semangat cinta Rasul sejak dini kepada santri, agar menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan mencintai syiar Islam, ujar beliau.
Kegiatan latihan zikir akan dilaksanakan pada malam Sabtu & malam minggu hingga tiba bulan maulid, di mana para santri akan diundang tampil di berbagai acara peringatan maulid baik di dalam maupun luar dayah.

