KKN Kelompok 14 Unimal Ajak Warga Ciptakan Pupuk Organik dari Limbah Sekitar

KKN Kelompok 14 Unimal Ajak Warga Ciptakan Pupuk Organik dari Limbah Sekitar
Mahasiswa melakukan Foto bersama warga setelah kegiatan selesai. - foto : dok. Humas Kel. 14 KKN UNIMAL

LHOKSEUMAWE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 14 Angkatan XXXVII Universitas Malikussaleh mengadakan kegiatan psikoedukasi bertajuk “Memanfaatkan Limbah di Sekitar untuk Menanam Tanaman Hortikultura yang Sehat”. Kegiatan ini berlangsung pada , (2/8/25) di Meunasah Dusun Genali, Gampong Paya Gaboh, dan diikuti oleh para ibu-ibu setempat 

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan serta keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya para ibu, dalam mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair yang ramah lingkungan dan bermanfaat untuk budidaya tanaman hortikultura. Selain itu, kegiatan ini juga mengedukasi pentingnya beralih ke pupuk alami guna menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari para mahasiswa yang tergabung dalam KKN Kelompok 14, yaitu: Fariz Hirzy, Thalita Amanda Harahap, Widuri Lukita Dewi, Shabiratul Humaira, Yurika Rahasty Nasution, Cut Shyfa Ul Aini, Dea Nanda Aulia, Nabila Alea Kasta, Nur Ummi Zahara, Nurhayati, Khairul Juanda, Dimas Anggara, Ludang, Nurma Afri Tiara, Alfia Dwi Fazrianti, dan Nurdiana.

Materi utama disampaikan oleh Alfia Dwi Fazrianti yang menjelaskan manfaat serta langkah-langkah pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari bahan-bahan sederhana seperti air cucian beras dan kulit bawang merah.

“Dengan menggunakan POC, kita bisa menjaga kesuburan tanah dan mengurangi pencemaran akibat pupuk kimia. Biayanya pun jauh lebih hemat, dan bisa dibuat sendiri di rumah,” ungkap Alfia.

Ibu-ibu peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik dan diskusi. Banyak di antara mereka aktif bertanya mengenai bahan, proses, dan cara penyimpanan pupuk organik cair.

Menutup sesi praktik, Alfia menambahkan, “Bahan-bahannya mudah didapat, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan air cucian beras. Jika diproses dengan baik, hasilnya sangat bermanfaat bagi tanaman sayur, bunga, maupun buah-buahan yang ditanam di rumah.”

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas semangat belajar para peserta.