Kondisi Pasca Banjir di Gampong Keude Bungkah Masih Sangat Memprihatinkan
Aceh Utara — Hampir satu bulan pascabanjir yang melanda Gampong Keude Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu, (26/11/25) lalu, kondisi warga hingga kini masih berada dalam situasi yang sangat memprihatinkan. Hingga Sabtu, (20/12/25), sisa lumpur banjir masih menggenangi permukiman, sementara ratusan warga belum dapat kembali menempati rumah mereka.
Berdasarkan data di lapangan, banjir tersebut menyebabkan sekitar 120 kepala keluarga (KK) kehilangan rumah, 110 unit rumah mengalami rusak berat, dan sekitar 350 rumah lainnya rusak ringan. Sebagian besar rumah yang terdampak kini tertimbun lumpur tebal, sehingga tidak layak untuk dihuni.
Salah seorang warga korban banjir, Hasanuddin, menyampaikan bahwa kondisi pengungsi saat ini sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Yang paling kami butuhkan sekarang adalah tenda pengungsian, karena rumah kami hilang dan tidak bisa ditempati. Lumpur masih ada di mana-mana, dan kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, jumlah pengungsi di Gampong Keude Bungkah saat ini mencapai sekitar 650 KK. Selain kebutuhan tempat tinggal sementara, warga juga mulai menghadapi ancaman masalah kesehatan.
“Kami khawatir akan muncul berbagai penyakit seperti gatal-gatal, batuk, dan gangguan kesehatan lainnya. Masyarakat juga sangat membutuhkan selimut dan perlengkapan dasar untuk bertahan di pengungsian,” kata Hasanuddin.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat segera turun tangan dengan memberikan bantuan yang lebih nyata dan berkelanjutan.
“Harapan kami, pemerintah benar-benar membantu kami, menyediakan tenda, kebutuhan kesehatan, dan perhatian serius agar kami bisa kembali menjalani kehidupan dengan layak,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga Gampong Keude Bungkah masih berjuang bertahan di tengah keterbatasan, menunggu uluran tangan dan kepedulian dari berbagai pihak atas musibah yang mereka alami.[]

