Mahasiswa KKN Unimal Sosialisasikan Anti-Perundungan dan Dukungan Psikososial di SDN 3 Muara Batu
ACEH UTARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 05 menggelar sosialisasi bertema Anti-Bullying dan Dukungan Psikososial di SD Negeri 3 Muara Batu, Gampong Cot Seurani, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (27/1/26).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN PPM Reguler Unimal Angkatan 38 yang mengusung tema Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Rehabilitasi Pasca Bencana, dengan fokus pada penguatan kesehatan mental anak-anak pasca banjir.
Acara yang dibuka oleh Fahmi Fatur Rahman selaku pembawa acara tersebut diikuti puluhan siswa, dewan guru, serta pihak manajemen sekolah. Ketua KKN Kelompok 05 Unimal, Alif Saka Albani Samosir, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menanamkan nilai saling menghargai dan ketangguhan mental sejak usia dini.
Menurut Alif, kegiatan sosialisasi ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari praktik perundungan, sekaligus membantu siswa memahami cara menjaga kesehatan mental pasca bencana alam.
“Kami ingin adik-adik tumbuh di lingkungan yang aman dan nyaman, bebas dari perundungan, serta memiliki kesiapan mental yang kuat dalam menghadapi dampak psikologis pasca banjir,” ujarnya.
Kepala SDN 3 Muara Batu, Marzuki, S.Pd, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Unimal. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi kepada para siswa untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Ia juga mengapresiasi materi yang disampaikan, khususnya terkait pencegahan perundungan dan edukasi psikososial sebagai bekal penting bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk kemitraan, Kelompok 05 KKN Unimal menyerahkan sertifikat penghargaan kepada pihak sekolah yang diterima langsung oleh Kepala Sekolah.
Materi sosialisasi anti-perundungan disampaikan oleh Nurhajizah dan Siti Fadilah dari Jurusan Hukum Unimal.
Keduanya memaparkan pengertian perundungan, jenis-jenis bullying, dampak sosial dan hukum, serta langkah-langkah pencegahan di lingkungan sekolah.
Untuk menjaga antusiasme peserta, sesi ice breaking turut diisi dengan berbagai permainan edukatif yang dipandu oleh Uwais Al-Qarni dan Muhammad Ryan Harvany Chan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemaparan materi Psychological First Aid (PFA) atau dukungan psikososial oleh Lilis Murdiana dan Mawaddah dari Jurusan Psikologi Unimal. Para siswa diberikan pemahaman tentang mitigasi bencana, pengelolaan emosi pasca trauma, serta teknik sederhana untuk meredakan kecemasan seperti latihan pernapasan dan butterfly hug.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unimal berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif serta meningkatkan ketahanan mental siswa dalam menghadapi tantangan sosial dan bencana di masa mendatang.[]

