‎Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Kelompok 48 Diterjunkan ke Gampong Meunasah Kumbang, Kuta Makmur

‎Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Kelompok 48 Diterjunkan ke Gampong Meunasah Kumbang, Kuta Makmur
Kelompok 48 ini akan melaksanakan kegiatan pengabdian selama satu bulan, mulai 6 November hingga 9 Desember 2025. -Foto : Dok. Ussy Hikmah Pratiwi

‎ACEH UTARA - Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong Meunasah Kumbang, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

‎Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 48 ini akan melaksanakan kegiatan pengabdian selama satu bulan, mulai 6 November hingga 9 Desember 2025, dengan mengusung tema “Menata Potensi Menuju Gampong Mandiri yang Berkearifan Lokal dan Bernilai Islami.”

‎Adapun anggota Kelompok 48 terdiri atas: Mufid Akram, Ali Andolin Utama Marpaung, Rais Rifqi Dhowi Manurung, Eva Nazila, Vira Rahmadhani, Ussy Hikmah Pratiwi, Roma Dinda Ito Pohan, Nurul Akmalia, Devira Noli Pansa, Fhonna Putri, dan Sismaul Fanira.

‎Ketua Kelompok 48, Mufid Akram, mengatakan bahwa kegiatan KPM merupakan bentuk pengabdian mahasiswa untuk turut berperan dalam pembangunan desa serta menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

‎‎“Kami berharap kehadiran kami di Gampong Meunasah Kumbang dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun keagamaan. Kami juga ingin belajar langsung dari masyarakat tentang nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Mufid Akram.

‎‎Sementara itu, Penjabat (Pj) Geuchik Gampong Meunasah Kumbang, M. Isa, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KPM di desanya.

‎‎“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe di Meunasah Kumbang. Semoga dengan adanya kegiatan KPM ini, masyarakat bisa terbantu dan desa semakin berkembang menuju kemandirian yang Islami,” ucapnya.

‎Sedangkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hidayatina, S.HI., M.A., dalam arahannya menegaskan bahwa KPM bukan sekadar tugas akademik, tetapi juga bentuk nyata implementasi tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

‎‎“Saya berharap seluruh mahasiswa dapat menjaga etika, tanggung jawab, dan kerja sama selama berada di desa. Jadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk menumbuhkan empati dan mengasah kemampuan sosial,” pesannya.

‎Selama masa pengabdian, mahasiswa Kelompok 48 akan menjalankan sejumlah program kerja (proker) yang berfokus pada edukasi masyarakat, penguatan nilai-nilai keislaman, digitalisasi informasi desa, serta pemberdayaan potensi lokal guna mendukung terwujudnya gampong mandiri yang berdaya dan Islami. [ ]