Mahasiswa UIN Suna Lhokseumawe KPM Kelompok 45 di Cempeudak, Wujudkan Desa Mandiri
ACEH UTARA – Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang tergabung dalam Kelompok 45 resmi melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong Cempeudak, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, mulai 6 November hingga 9 Desember 2025, dengan mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Kolaborasi dan Pemberdayaan Menuju Desa Mandiri yang Berbasis Keislaman dan Kearifan Lokal."
Kelompok 45 terdiri dari 11 mahasiswa, yakni tiga laki-laki — Muhammad Araby, Hapiz Al Habsi Sinaga, dan Rahmad Wahyu Syahputra — serta delapan perempuan — Wahidiyah Rien Maulani Fansuri, Laimuza Safira, Atikah Sophiah, Muri Datul Jinan, Rahmawati, Jumailatul Rahmi, dan Syakila Mahira.
Mereka berasal dari berbagai jurusan di lingkungan kampus UIN Suna Lhokseumawe. Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh masyarakat Gampong Cempeudak.
Geuchik Gampong Cempeudak, M. Jafar Hasballah, menyampaikan sambutan penuh apresiasi pada saat kedatangan mahasiswa.
“Kami sangat senang dan bangga menerima kehadiran adik-adik mahasiswa UIN Suna di desa kami. Desa ini terbuka bagi siapa pun yang ingin membawa perubahan dan manfaat. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan hasil positif bagi masyarakat maupun mahasiswa,”
ujar Geuchik dengan penuh semangat. Ia juga memberikan dukungan berupa tempat tinggal yang layak serta perlengkapan kegiatan selama masa KPM berlangsung.
Lingkungan Gampong Cempeudak dikenal asri dan menenangkan, dikelilingi hamparan lahan pertanian dan persawahan hijau yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga. Keindahan alam itu mencerminkan karakter masyarakat yang ramah, sopan, dan mudah berbaur, membuat mahasiswa cepat beradaptasi sejak hari pertama tiba.
Ketua Kelompok 45, Muhammad A’raby, mengungkapkan rasa syukur atas sambutan baik dari masyarakat setempat.
“Kami merasa sangat diterima di Gampong Cempeudak. Fasilitas yang disediakan oleh pihak desa sangat membantu kami dalam menjalankan KPM. Masyarakat di sini juga sangat terbuka dan bersahabat,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Yusnaini, S.Ag., M.Pd, berharap mahasiswa dapat memanfaatkan waktu pengabdian ini sebaik-baiknya untuk belajar sekaligus memberi manfaat nyata bagi warga.
“KPM bukan hanya tentang melaksanakan program, tetapi juga tentang memahami nilai-nilai sosial dan keislaman yang hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.
Selama pelaksanaan KPM, mahasiswa Kelompok 45 akan menjalankan berbagai program kerja seperti pemberdayaan masyarakat, edukasi keagamaan, kegiatan sosial, serta pengembangan kebersihan dan keindahan lingkungan desa.
Seluruh program ini diharapkan mampu memperkuat semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat serta menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. [ ]

